Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah Rabu (1/7/2026) pagi ini dibuka melemah 0,35 persen ke level Rp 17.961 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 17.907 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasa Asia bervariasi terhadap dolar AS. Won Korea minus 0,62 persen, baht Thailand turun 0,31 persen, dolar Singapura turun 0,14 persen, rupee India minus 0,13 persen, ringgit Malaysia minus 0,10 persen, yen Jepang yang melemah 0,09 persen, yuan China terhadap dolar AS turun 0,08 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,05 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,14 persen ke level 101,09. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,14 persen ke level Rp 23.655, terhadap euro stagnan ke level Rp 19.814, dan terhadap dolar AS melemah 0,38 persen ke level Rp 12.315.
Baca juga : Melemah Lagi, Rupiah Dibuka Di Level Rp 17.872
Analisa pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat atau rebound setelah rilis data JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) AS menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan pasar.
Menurutnya, data tersebut mencerminkan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat. Kondisi itu mendorong pelaku pasar kembali memburu dolar AS sehingga mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mendapat tekanan.
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan AS JOLTS yang lebih kuat dari perkiraan," jelasnya, Rabu (1/7/2026).
Baca juga : Masih Lemes, Rupiah Dibuka Di Posisi Rp 17.990
Dia menilai, pelemahan rupiah berpotensi tidak terlalu dalam. Dalam hal ini, investor masih menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini.
Data inflasi digunakan untuk melihat perkembangan harga barang dan jasa, sedangkan neraca perdagangan menunjukkan selisih nilai ekspor dan impor Indonesia. Kedua indikator tersebut menjadi perhatian pelaku pasar.
"Perlemahan diperkirakan terbatas, dengan investor menantikan data inflasi dan perdagangan Indonesia yang akan dirilis siang ini," ujarnya.
Baca juga : Rupiah Melemah Lagi, Dibuka Di Level Rp 17.928
Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.000 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya