Dark/Light Mode

Rupiah Naik Tipis Ke Level Rp 17.992 Pagi Ini

Selasa, 7 Juli 2026 09:15 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (7/7/2026) menguat tipis 0,06 persen ke level Rp 17.992 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.996 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS bervariasi. Won Korea Selatan menguat 0,17 persen, yen Jepang naik 0,16 persen, ringgit Malaysia menguat 0,15 persen, dolar Singapura naik 0,11 persen, dan yuan China menguat 0,10 persen. Sementara itu, baht Thailand melemah 0,08 persen dan dolar Taiwan turun 0,08 persen.

Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,02 persen ke level 100,59.

Baca juga : Senin Pagi, Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.997

Rupiah juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah naik 0,08 persen ke level Rp 24.092 per pound. Sementara terhadap euro, rupiah bergerak stagnan di level Rp 19.975 per euro, dan terhadap dolar Australia menguat 0,09 persen ke level Rp 12.510 per dolar Australia.

Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar masih merespons negatif laporan terbaru Fitch Ratings yang menyoroti rapuhnya kondisi makroekonomi Indonesia. Hal tersebut tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga derasnya arus modal keluar.

“Perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Selasa (7/7/2026).

Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat Ke Level Rp 17.945

Fitch juga memperingatkan bahwa tekanan yang berkepanjangan berpotensi meningkatkan utang dan biaya pinjaman pemerintah, sekaligus memperbesar risiko penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia. Pada Maret 2026, lembaga pemeringkat tersebut masih mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB, namun merevisi prospeknya (outlook) menjadi negatif.

Sentimen negatif lainnya datang dari neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Selain faktor domestik, pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Rusia melancarkan serangan rudal dan drone ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (6/7/2026).

Baca juga : Dolar AS Menguat, Rupiah Melorot Ke Level Rp 17.977

“Serangan terbaru Moskow ini terjadi menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, yang rencananya akan dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump,” ujar Ibrahim.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp 17.990 hingga Rp 18.050 per dolar AS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.