BREAKING NEWS
 

Gelar MosBuild 2026, ITE Group Buka Pasar Furnitur Indonesia Ke Eropa & Rusia

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 9 Juli 2026 15:34 WIB
MosBuild Forum Jakarta 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD City. (Foto: Dok. ITE Group)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan penyelenggara pameran bisnis internasional (B2B) di Rusia, ITE Group terus memperluas kolaborasi dengan negara-negara yang memiliki potensi ekspor tinggi, termasuk Indonesia.

Melihat pertumbuhan perdagangan bilateral yang semakin kuat serta daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global, ITE Group memilih Indonesia sebagai salah satu negara prioritas dalam pengembangan partisipasi internasional pada pamerannya.

Dalam kunjungannya, CEO ITE Group Dmitry Zavgorodniy mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat hubungan dagang Indonesia dan Rusia, sekaligus memperkenalkan berbagai peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia melalui jaringan pameran internasional ITE.

Dalam MosBuild Forum Jakarta 2026 yang diselenggarakan di Garuda 2, ICE BSD City, juga menghadirkan narasumber lain seperti dari International Sales Director of ITE Group, PT Tatalogam Lestari, dan PT Eurotrans Logistik Indonesia.

“Keputusan ITE Group untuk memperkuat kehadiran kami di Indonesia, didukung oleh meningkatnya hubungan perdagangan kedua negara,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Pada tahun 2025, nilai ekspor Indonesia ke Rusia meningkat 42,7 persen atau mencapai 1,88 miliar dolar Amerika Serikat (AS), mencerminkan semakin besarnya peluang bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Rusia.

Baca juga : Di Depan Modi, Prabowo Cerita Hubungan Panjang Indonesia dan India

Zavgorodniy mengatakan, ITE Group melihat sejumlah sektor unggulan Indonesia yang memiliki peluang pertumbuhan signifikan.

Salah satunya adalah produk kayu, yang mencatat kenaikan ekspor hingga 156 persen atau mencapai 23,9 juta dolar AS pada 2025.

Sebaliknya, ekspor furnitur Indonesia ke Rusia masih mencapai sekitar 3,8 juta dolar AS, atau hanya 0,17 persen dari total impor furnitur Rusia.

Menurut Zavgorodniy, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang pasar yang sangat besar bagi produsen furnitur Indonesia, terutama setelah berkurangnya pemasok dari negara-negara lain.

"Indonesia memiliki basis manufaktur yang sangat besar dan semakin mendapat perhatian di pasar Rusia. Kami melihat peluang besar untuk mempertemukan perusahaan-perusahaan Indonesia dengan pembeli, distributor, dan mitra bisnis melalui ekosistem pameran ITE,” ujarnya.

Adsense

Zavgorodniy mengatakan, tidak hanya melalui MosBuild, tetapi juga berbagai pameran sektor lainnya yang didukung oleh platform digital ITE Connect, sehingga hubungan bisnis dapat dimulai bahkan sebelum pameran berlangsung.

Baca juga : Kerja Sama RI-Jerman Buka Jalan Perawat Indonesia Berkarier di Eropa

Sementara itu, International Sales Director of ITE Group Darryl Pawsey menyampaikan, MosBuild merupakan salah satu flagship event dalam portofolio ITE Group sekaligus pameran bangunan dan interior terbesar di Rusia dan area CIS.

Pameran ini memberikan akses langsung kepada target pasar seperti wholesaler, retailer, perusahaan konstruksi, arsitek, hingga pengembang properti.

“Melalui keikutsertaan dalam MosBuild, perusahaan Indonesia tidak hanya memperoleh akses langsung kepada buyer dan pelaku industri di Rusia, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai kebutuhan pasar, tren industri, struktur distribusi, serta peluang pengembangan bisnis di kawasan Rusia dan CIS," ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, MosBuild berhasil menghadirkan 87.995 total pengunjung dengan 1.250 eksibitor dari 51 negara.

Peserta MosBuild dapat merasakan berbagai akses eksklusif selama pameran berlangsung seperti area networking khusus berupa Decorium Conference.

Dalam beberapa tahun terakhir, MosBuild mencatat peningkatan partisipasi dari negara-negara baru yang sebelumnya belum pernah mengikuti pameran sebelum tahun 2022.

Baca juga : Hadiri AFF 2026 Di Vietnam, Golkar Perkuat Posisi Indonesia Di ASEAN

Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara peserta baru setelah untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam penyelenggaraan MosBuild 2026.

Perusahaan dari Indonesia ini, yaitu PT Tatalogam Lestari yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur untuk baja lapis.

Account Manager PT Tatalogam Lestari Hengky Prasetia menuturkan, dalam MosBuild 2026 mereka dibekali platform digital ITE Connect. yang enyambungkan perusahaan dengan calon customer.

“Jadi selama pameran sampai 3 bulan ke depan, merupakan suatu keuntungan bagi kita yang mengikuti acara MosBuild tersebut. Terus terang pastinya adalah lead customer,” katanya.

Baik itu dari manufaktur, distributor, retailer, aplikator, kontraktor, ataupun arsitek lokal Rusiada, bahkan dari negara-negara lain yang datang seperti dari Turki, dan negara-negara Eropa sekitar Rusia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense