BREAKING NEWS
 

Pengamat Energi: B50 Kurangi Risiko Gejolak Harga Minyak Dunia

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 10 Juli 2026 07:28 WIB
Pengamat Ketahanan Energi Feiral Rizky Batubara. (Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Ketahanan Energi Feiral Rizky Batubara mengapresiasi implementasi mandatori biodiesel B50 yang resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Dia menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. Menurutnya, kerentanan energi Indonesia bukan disebabkan minimnya sumber daya yang dimiliki, melainkan tingginya ketergantungan terhadap impor minyak dan BBM. Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga minyak dunia maupun dinamika geopolitik global. "Ketika harga minyak dunia melonjak atau terjadi gangguan geopolitik, dampaknya langsung terasa terhadap fiskal, inflasi, hingga daya beli masyarakat," kata Feiral, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (9/7/2026).

Feiral berpendapat, implementasi B50 menjadi instrumen nyata untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Setiap liter biodiesel yang menggantikan solar impor akan mengurangi ketergantungan pada pasar energi global, memperkuat pasokan energi dalam negeri, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Feiral juga menilai proyeksi pemerintah mengenai penghematan devisa hingga Rp 170 triliun per tahun cukup realistis, apabila implementasi B50 berjalan secara konsisten.

Menurut dia, semakin besar porsi biodiesel dalam konsumsi solar nasional, semakin kecil kebutuhan impor solar maupun minyak mentah untuk menghasilkan produk tersebut. Dalam kondisi harga minyak dunia yang masih berfluktuasi, potensi penghematan devisa dinilai sangat signifikan.

Baca juga : Pengamat: Diversifikasi Energi Kunci Mitigasi Risiko Blackout

Namun, Feiral mengingatkan, manfaat ekonomi tersebut tidak akan tercapai secara otomatis. Pemerintah perlu memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi biodiesel, memperkuat infrastruktur distribusi, serta menjaga kualitas produk agar dapat diterima seluruh pengguna.

Adsense

"Momentum B50 juga harus dimanfaatkan untuk memperkuat hilirisasi industri. Nilai tambah jangan berhenti pada produksi biodiesel semata, tetapi harus dikembangkan menuju green diesel, sustainable aviation fuel (SAF), dan berbagai produk bioenergi lainnya," katanya.

Tantangan Terbesar B50

Feiral berpendapat, tantangan terbesar dalam penerapan B50 secara nasional bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada tata kelola dan koordinasi antarpemangku kepentingan. Dari sisi industri otomotif, diperlukan pengujian yang komprehensif agar implementasi B50 tetap menjamin performa dan keandalan mesin dalam jangka panjang.

Baca juga : Marathon Bisa Picu Rhabdomyolisis, Risiko Kerusakan Ginjal Mengintai

Sementara dari sisi distribusi, Pertamina perlu memastikan kesiapan fasilitas blending, penyimpanan, serta pengendalian mutu hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Di sektor hulu, Feiral menekankan peningkatan produksi biodiesel tidak boleh dilakukan melalui ekspansi lahan yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.

Sebaliknya, pemerintah perlu meningkatkan produktivitas lahan yang sudah ada, memperkuat sertifikasi keberlanjutan, serta menerapkan tata kelola perkebunan yang lebih baik. Ia juga mendorong pemerintah memperluas sumber bahan baku bioenergi agar tidak hanya bergantung pada kelapa sawit.

Potensi bioetanol dari tebu, singkong, sagu, sorgum, biomassa, hingga minyak jelantah perlu terus dikembangkan untuk membangun ekosistem bioenergi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Baca juga : Golkar Yakin Harga BBM Segera Turun

"B50 harus dipandang bukan sekadar program pencampuran biodiesel, melainkan strategi geopolitik energi Indonesia. Setiap liter biodiesel yang menggantikan solar impor berarti memperkuat ketahanan energi, mengurangi tekanan terhadap devisa, dan membangun kemandirian energi nasional," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense