RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan warga lokal akan menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja di Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, seiring upaya menyiapkan sumber daya manusia daerah melalui pendidikan dan pelatihan di sektor minyak dan gas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menyiapkan putra-putra daerah agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja di proyek tersebut.
"Sebagian anak daerah sudah dikirim untuk sekolah di Cepu, di Akademi Migas milik Kementerian ESDM (Politeknik Energi dan Mineral Akamigas). Dan mereka semuanya akan kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela," ujar Bahlil saat peletakan batu pertama (groundbreaking) PSN LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Menurut dia, tenaga profesional yang direkrut untuk proyek tersebut akan diprioritaskan berasal dari masyarakat setempat. Apabila kebutuhan tenaga kerja belum terpenuhi, barulah perusahaan dapat merekrut pekerja dari daerah lain maupun luar negeri.
Baca juga : Pemerintah Turunkan Harga BBM Kapal 30–200 GT Jadi Rp15.000 per Liter
"Lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari tier satu dan tier dua. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tapi tidak memprioritaskan mereka," katanya.
Bahlil mengatakan proyek LNG Abadi Masela diperkirakan membutuhkan sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung selama masa konstruksi. Selain itu, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan dampak berganda berupa lapangan kerja tidak langsung hingga tiga kali lipat atau sekitar 36 ribu orang.
Setelah memasuki tahap operasi, proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja, dengan komitmen pemerintah agar sebagian besar berasal dari warga lokal.
Selain penyerapan tenaga kerja, pemerintah juga mendorong keterlibatan pelaku usaha daerah dalam mendukung pembangunan proyek strategis tersebut.
Baca juga : Persebaya Prioritaskan Cegah Cedera Jelang Musim Baru
"Prioritaskan pengusaha lokal. Ini sejalan dengan apa yang diperintahkan Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Bahlil.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pemerintah daerah, khususnya gubernur dan bupati, agar menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan proyek.
"Jangan main KKN. Jangan karena tim sukses terus kalian dorong, enggak boleh. Harus profesional," ujarnya.
Bahlil turut meminta aparat penegak hukum mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Baca juga : Pemerintah Perkuat Pengawasan DMO Batu Bara, Dorong PLN Percepatan Kontrak
"Rakyat adalah bagian terpenting dari aset negara ini. Karena tujuan pembangunan kita adalah bagaimana mendorong mereka bisa sejahtera," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.