BREAKING NEWS
 

S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia

Ketahanan Ekonomi Teruji, Status Investasi Tetap Aman

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 19 Juli 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Hal itu mencerminkan ketahanan ekonomi di tengah gejolak global.

Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Keputusan tersebut menegaskan Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade atau layak menjadi tujuan investasi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, afirmasi yang diumumkan melalui Research Update bertajuk Indonesia Ratings Affirmed At ‘BBB/A-2’; Outlook Stable mencerminkan penilaian positif terhadap fundamental ekonomi nasional.

“Termasuk pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, disiplin fiskal, serta penguatan tata kelola sektor sumber daya alam,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurut Airlangga, di tengah gejolak ekonomi global, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen, mempertahankan defisit fiskal di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), serta memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam.

Baca juga : PKB Jabar Minta Pemprov Pertahankan Hibah Pesantren

“Keputusan S&P menjadi pengakuan atas konsistensi dan kredibilitas kebijakan ekonomi Pemerintah Indonesia,” sambung Airlangga.

Dia menegaskan, Pemerintah akan terus meningkatkan kualitas dan prediktabilitas implementasi kebijakan untuk menjaga kepercayaan pasar.

“Transformasi ekonomi akan didorong melalui hilirisasi, penguatan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan peningkatan produktivitas, agar peringkat Indonesia dapat meningkat ke level yang lebih tinggi,” ucapnya.

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, afirmasi S&P mencerminkan kepercayaan dunia terhadap kemampuan Pemerintah mengelola keuangan negara secara hati-hati, transparan dan bertanggung jawab.

“Pengelolaan fiskal Indonesia selalu berorientasi pada keberlanjutan fiskal, serta penguatan pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya.

Adsense

Menurutnya, Pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan kebijakan fiskal agar setiap program dan belanja negara memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Baca juga : ASDP Perkuat Kapasitas Layanan Penyeberangan

Penguatan tata kelola dilakukan melalui peningkatan pengawasan, akuntabilitas, serta penyempurnaan mekanisme pelaksanaan anggaran di seluruh kementerian dan lembaga.

Purbaya menambahkan, Presiden Prabowo Subianto secara berkala memantau perkembangan kondisi fiskal dan perekonomian nasional.

“Langkah tersebut untuk memastikan setiap kebijakan berjalan efektif dan dapat menjawab berbagai tantangan ekonomi,” ujar mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Dia mengatakan, Pemerintah juga terus meningkatkan efisiensi belanja negara untuk memperkuat kualitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan tersebut diarahkan agar belanja negara semakin tepat sasaran, efektif, serta memberi dampak lebih besar tanpa mengurangi dukungan terhadap program prioritas nasional.

“Pemerintah menjaga ketahanan fiskal melalui pengelolaan kas negara secara prudent untuk memastikan ruang fiskal tetap memadai dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi,” ujar Purbaya.

Pada sisi penerimaan, lanjut dia, Pemerintah memperluas basis penerimaan negara melalui peningkatan kepatuhan dan ekstensifikasi perpajakan tanpa menaikkan tarif pajak.

Baca juga : Efek Jera Dinilai Ampuh Menekan Angka Tawuran

Langkah tersebut diharapkan memperkuat ruang fiskal untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai, afirmasi peringkat BBB dari S&P perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas Indonesia di mata investor global.

“Status investment grade membuka peluang masuknya dana dari berbagai dana pensiun global dan manajer investasi yang hanya berinvestasi pada negara dengan peringkat layak investasi,” kata Esther kepada Rakyat Merdeka.

Menurut Esther, peringkat BBB juga membantu menekan volatilitas rupiah, menurunkan biaya pendanaan melalui penerbitan obligasi dengan imbal hasil yang lebih kompetitif, serta menjaga likuiditas pasar modal dengan meminimalkan risiko arus keluar modal (capital flight). NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 19 Juli 2026 dengan judul "S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia Ketahanan Ekonomi Teruji, Status Investasi Tetap Aman"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense