BREAKING NEWS
 

Semester I-2026, Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp 30,4 T

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 23 Juli 2026 17:23 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan (kedua kiri) dan jajaran direksi. (Foto: Bank Mandiri)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 30,4 triliun pada semester I-2026, tumbuh 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang kuat dan tetap berkualitas.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan intermediasi yang sehat turut memperkuat fundamental keuangan perseroan sehingga profitabilitas tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

“Bank Mandiri melanjutkan pertumbuhan bisnis yang solid pada kuartal II-2026 dengan penyaluran kredit yang tumbuh kuat dan berkualitas, serta terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan sektor riil,” ujar Riduan dalam paparan kinerja semester I-2026 secara virtual, Kamis (23/7/2026).

Bank berkode emiten BMRI itu mencatatkan penyaluran kredit bank only sebesar Rp 1.592 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 19,9 persen yoy. Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri sebesar 12,7 persen yoy berdasarkan data Bank Indonesia (BI).

“Pertumbuhan kredit ini turut mendorong aktivitas ekonomi di seluruh rangkaian ekosistem perekonomian nasional,” katanya.

Pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit mencapai Rp 489 triliun per Juni 2026 atau meningkat 41,6 persen yoy. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.

“Ekspansi ini tetap dijalankan secara prudent, sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang menjadi acuan Bank Mandiri di setiap penyaluran pembiayaan di seluruh segmen,” tegas Riduan.

Baca juga : Wow, Laba Bersih BTN Melonjak 40,8 Persen

Sementara itu, pada ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyaluran kredit usaha mikro tumbuh 15,7 persen yoy menjadi Rp 31,3 triliun. Pembiayaan tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendanaan yang inklusif bagi individu, keluarga, masyarakat produktif, dan pelaku UMKM.

Menurut Riduan, berbagai ekosistem tersebut saling melengkapi dan menopang pelaksanaan program prioritas nasional. Mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat.

“Ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri, dari kota besar hingga ke pelosok daerah,” ujarnya.

Riduan menambahkan, pertumbuhan intermediasi juga didukung struktur pendanaan yang semakin kuat. Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp 1.710 triliun atau tumbuh 17,1 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri yang mencapai 10,2 persen yoy pada periode yang sama.

Pertumbuhan DPK tersebut didorong meningkatnya aktivitas dan volume transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri.

Adsense

Di kesempatan yang sama, Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo mengatakan peran perseroan dalam memperkuat sektor riil tercermin dari pertumbuhan kredit komersial yang berkelanjutan. Outstanding kredit komersial mencapai Rp 343 triliun hingga Juni 2026 atau naik 15,1 persen yoy.

“Kami terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional, termasuk perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta berbagai sektor produktif lainnya,” kata Totok.

Baca juga : Cadangan Devisa RI Naik Lagi! Kini Tembus Rp 2.619 T

Menurutnya, strategi tersebut diharapkan tidak hanya mendorong ekspansi usaha nasabah, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi nasional secara lebih merata.

Totok menambahkan, pertumbuhan kredit, termasuk pada segmen UMKM dan komersial, merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat fungsi intermediasi. Komitmen itu juga diwujudkan melalui pemberian suku bunga kredit yang relatif ringan dan kompetitif.

“Hal tersebut tercermin dari Net Interest Margin (NIM) Bank Mandiri yang tercatat sebesar 4,37 persen per Juni 2026, dibandingkan 4,63 persen pada Juni 2025,” ujarnya.

Ia menilai pertumbuhan laba yang diraih perseroan merupakan hasil dari ekspansi kredit yang sehat dan terarah, bukan pertumbuhan jangka pendek.

“Pencapaian laba Bank Mandiri adalah hasil dari kualitas ekspansi kredit yang kami jaga, dengan penyaluran yang difokuskan ke sektor produktif dan padat karya, sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Totok.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan produktivitas yang semakin baik dan efisiensi operasional tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank only yang terjaga di level 57,6 persen. Angka tersebut membaik 6,2 poin secara tahunan.

“Capaian ini menunjukkan disiplin pengelolaan biaya dengan tetap mempertahankan kualitas layanan melalui pengembangan kapabilitas digital Bank Mandiri,” katanya.

Baca juga : Capai 43,34 Persen, KUR Bank Mandiri Tembus Rp 17,77 Triliun Per Mei 2026

Dari sisi kualitas aset, Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengatakan seluruh ekspansi bisnis diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin.

“Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross bank only terjaga di level 0,98 persen atau membaik 10 basis poin secara tahunan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Cost of Credit (CoC) turun menjadi 0,52 persen per Juni 2026 atau membaik 1 basis poin yoy. Kondisi tersebut mencerminkan kualitas penyaluran kredit yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan bisnis.

Ketahanan Bank Mandiri juga diperkuat oleh pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio bank only sebesar 242 persen. Menurut Danis, kondisi tersebut memberikan ruang yang kuat bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi dinamika pasar.

Ia menambahkan, setiap ekspansi bisnis dilakukan dengan penerapan manajemen risiko yang ketat dan prinsip prudential banking untuk mengantisipasi berbagai dinamika ekonomi ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense