BREAKING NEWS
 

Summarecon Mulai Bangun Stasiun Bekasi Ekstensi Berkonsep TOD

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 25 Juli 2026 14:15 WIB
Foto: Summarecon

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Summarecon Agung Tbk memulai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang menjadi bagian dari proyek Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Bekasi.

Proyek ini digarap melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna meningkatkan konektivitas transportasi massal di Kota Bekasi.

Groundbreaking pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi digelar di Bekasi, Jumat (24/7/2026), ditandai dengan penekanan sirine oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Direktur Operasi Prasarana dan Keselamatan Wilayah 1 PT KAI Awan Hermawan Purwadinata, Managing Director Summarecon Herman Nagaria, serta President Director Summarecon Adrianto P. Adhi.

President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan bentuk sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menghadirkan kawasan berorientasi transit sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi publik.

Baca juga : AHY Groundbreaking TOD Stasiun Bekasi Ekstensi, Dorong Kota Terintegrasi

Menurut dia, kehadiran stasiun baru tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Bekasi yang telah beroperasi saat ini. Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi eksisting akan lebih difokuskan melayani penumpang dari wilayah utara dan timur.

“Melalui Stasiun Bekasi Ekstensi yang merupakan bagian dari TOD Summarecon, mobilitas masyarakat akan menjadi lebih efisien, konektivitas kawasan meningkat, serta mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan,” kata Adrianto.

Ia menjelaskan, keterlibatan Summarecon dalam pembangunan infrastruktur di Bekasi telah dimulai sejak pengembangan Summarecon Bekasi pada 2010 melalui pembangunan Fly Over KH Noer Ali sepanjang satu kilometer. Infrastruktur tersebut dibangun melintasi jalur kereta api untuk meningkatkan konektivitas wilayah utara dan selatan Kota Bekasi sekaligus mengurai kemacetan di Jalan Perjuangan.

Adsense

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyambut baik pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi. Menurutnya, proyek tersebut bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan yang produktif sesuai prinsip TOD Indonesia.

Baca juga : Sudaryono Tak Rangkap Jabatan, Posisi Wamentan Dilepas

“Hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, memberikan kemudahan beraktivitas, serta menjadi bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit,” ujar AHY.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional. Selain meningkatkan kapasitas layanan kereta api, proyek ini juga mendukung integrasi antarmoda dan mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi massal.

Ia menambahkan, perluasan stasiun tersebut diharapkan mampu menampung peningkatan jumlah penumpang Commuter Line maupun kereta api jarak jauh dengan standar pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai, pembangunan TOD di Bekasi menjadi langkah penting dalam mewujudkan tata ruang perkotaan yang lebih efisien sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca juga : KPK Duga Eks Sekjen MPR Pakai Uang Gratifikasi untuk Resepsi Pernikahan Anak

“Bekasi merupakan kawasan strategis sebagai pusat ekonomi, hunian, dan mobilitas masyarakat. Kehadiran TOD diharapkan menjadikan Bekasi sebagai kawasan yang nyaman, produktif, dan layak huni,” katanya.

Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan stasiun terdiri atas tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge sebagai bagian dari konsep kawasan TOD Summarecon.

Pembangunan stasiun ini menjadi tahap awal pengembangan kawasan TOD Summarecon Bekasi. Selanjutnya akan dikembangkan jaringan transportasi massal yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, kawasan Summarecon Bekasi, hingga Stasiun LRT Jabodebek sepanjang sekitar lima kilometer.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense