RM.id Rakyat Merdeka - PT Saka Energi Indonesia (SAKA) terus menggenjot kegiatan eksplorasi guna menemukan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Perusahaan hulu migas yang merupakan bagian dari PGN Subholding Gas Pertamina itu menargetkan pengeboran satu sumur eksplorasi pada kuartal III 2026.
Pengeboran tersebut menjadi langkah strategis SAKA untuk membuka potensi sumber daya migas baru di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, mengatakan WK Pekawai merupakan salah satu aset eksplorasi yang memiliki prospek menjanjikan. Karena itu, berbagai kegiatan eksplorasi dilakukan secara bertahap dan terukur agar potensi migas di wilayah tersebut dapat dimaksimalkan.
Baca juga : Produksi Migas PHE Tembus 935 Ribu BOEPD, Cadangan Baru Terus Bertambah
"WK Pekawai merupakan salah satu aset eksplorasi strategis SAKA yang memiliki prospek cukup menjanjikan. Melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerja ini," ujar Fuji dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
WK Pekawai dikelola PT Saka Energi Sepinggan sejak ditunjuk sebagai operator oleh SKK Migas pada 16 Mei 2018 dengan skema gross split. Wilayah kerja ini memiliki luas sekitar 1.555 kilometer persegi yang mencakup area darat (onshore) dan lepas pantai (offshore).
Dalam mengembangkan wilayah tersebut, SAKA telah melakukan berbagai studi geologi dan geofisika yang berhasil mengidentifikasi dua prospek utama, yakni Prospek Saka Manpatu (SM)-1 dan Prospek Hanna di wilayah offshore.
Sejak 2022, SAKA juga menjalin sinergi dengan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk mematangkan kedua prospek tersebut. Upaya itu diperkuat dengan persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi (PJWE) hingga 15 Mei 2028 yang diperoleh pada 2024.
Baca juga : BPH Migas Gandeng Polisi Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Di Madiun
Memasuki 2026, SAKA kembali memperoleh persetujuan dari PGN untuk melaksanakan pengeboran sumur appraisal SM-1 dengan target kedalaman sekitar 12.000 kaki.
Pengeboran ini merupakan bagian dari pemenuhan komitmen pasti eksplorasi sekaligus diharapkan mampu membuktikan keberadaan sumber daya migas di WK Pekawai.
Selain membuka peluang pengembangan melalui skema unitisasi dengan PHM, SAKA juga tengah menyelesaikan survei geologi dan geokimia di area darat sebagai bagian dari kegiatan geologi dan geofisika (G&G) yang ditargetkan rampung tahun ini.
"Rencana pengeboran sumur eksplorasi menjadi salah satu tonggak penting untuk membuktikan potensi sumber daya yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut," kata Fuji.
Baca juga : FPSO Terbesar Mulai Dibangun, Proyek North Hub Perkuat Ketahanan Energi
Prospek WK Pekawai dinilai semakin menarik karena memiliki karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu milik PHM yang telah memiliki Plan of Development (POD).
Sekitar 10 hingga 24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai sehingga hidrokarbon yang telah teridentifikasi diyakini berlanjut ke area tersebut.
Selain itu, posisi WK Pekawai yang berada di antara sejumlah lapangan migas produktif seperti Manpatu, E. Mandu, dan Jempang Metulang semakin memperkuat prospeknya sebagai salah satu aset eksplorasi strategis yang berpotensi menambah cadangan migas nasional.
Melalui berbagai langkah tersebut, SAKA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong eksplorasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus mendukung target peningkatan produksi migas Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.