Dark/Light Mode

BPH Migas: Antrean BBM Di SPBU Sumut Sudah Terurai

Sabtu, 18 Juli 2026 12:40 WIB
Foto: Pertamina Patra Niaga
Foto: Pertamina Patra Niaga

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Sumatera Utara mulai berangsur terurai setelah Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan kapasitas distribusi ke wilayah tersebut.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas saat meninjau Fuel Terminal Medan Group, Sabtu (18/7/2026), mengatakan stok BBM di Sumatera Utara dalam kondisi aman. Pasokan juga semakin kuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujar Wahyudi.

Menurut dia, Pertamina meningkatkan suplai BBM ke SPBU hingga 120-125 persen dari kondisi normal untuk mempercepat pemulihan layanan kepada masyarakat.

“Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” katanya.

Baca juga : BPH Migas Kawal Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di Medan Terurai

Berdasarkan hasil pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat (17/7/2026) sore, antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan telah jauh berkurang.

“Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Kita akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara agar kembali normal,” ujar Wahyudi.

Untuk mempercepat normalisasi distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambah sekitar 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awaknya. Perusahaan juga mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.

Langkah tersebut membuat penyaluran BBM ke SPBU meningkat hingga 120-125 persen dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan, realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran Pertalite di Sumatera Utara sehingga persoalan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota.

Baca juga : KPK Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi dalam Kasus Suap Audit Muara Enim

“Realisasi ini masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” katanya.

Menurut Fathul, evaluasi perlu difokuskan pada aspek operasional distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini (early warning system) dan pemantauan armada distribusi agar potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi mengatakan seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan normal selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. “Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.

Pemantauan di sejumlah SPBU di Kota Medan juga menunjukkan penyaluran Solar dan Pertalite berlangsung lancar dengan stok yang terus dijaga melalui pengisian secara berkelanjutan.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal

Perbaikan distribusi tersebut mulai dirasakan masyarakat. Samsuri (60), pengemudi ojek daring di Kota Medan, mengaku antrean pengisian BBM kini jauh lebih lancar dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Beberapa hari yang lalu saya mengimbau agar bersabar karena ada kendala. Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung,” katanya.

Senada, Hasbi (23), pengemudi truk, mengatakan waktu tunggu pengisian BBM kini jauh lebih singkat. “Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumatera Utara sekarang sudah lancar,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.