RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang siap pakai, program pemagangan semakin dipandang sebagai jembatan untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha.
Menjawab tantangan tersebut, subholding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, memperluas akses program magang hingga ke seluruh lini bisnis, mulai dari kantor pusat, kantor regional, kebun, hingga pabrik.
Selama dua tahun terakhir, perusahaan perkebunan negara itu telah menerima 1.328 peserta magang melalui berbagai skema, antara lain magang mandiri, Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM), Magenta BUMN, Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan, hingga program penelitian.
Para peserta tidak hanya ditempatkan pada fungsi administratif, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas operasional perusahaan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Penempatan dilakukan di Head Office, Regional Office, unit kebun, hingga pabrik pengolahan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman kerja yang mendekati kondisi industri sesungguhnya agar peserta memperoleh gambaran nyata mengenai dunia profesional sebelum memasuki pasar kerja.
"Kami tidak memposisikan peserta magang sebagai tenaga kerja tambahan. Seluruh ekosistem perusahaan, mulai dari ruang pengambilan kebijakan di Head Office, pusat koordinasi di Regional Office, hingga area operasional kebun dan pabrik merupakan laboratorium hidup. Mereka dilibatkan dalam ritme kerja profesional, menghadapi studi kasus nyata, dan memperoleh evaluasi yang terukur," ujar Jatmiko.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Danantara dan BP BUMN dalam mencetak generasi muda yang mampu bersaing sekaligus membantu mempersempit kesenjangan kompetensi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri.
Baca juga : BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia Turun Per Mei 2026
Tingginya minat generasi muda terhadap program magang juga terlihat pada seleksi Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan Batch II yang berlangsung pada Agustus 2026.
Sebanyak 2.231 pelamar bersaing memperebutkan 164 posisi magang yang tersedia di kantor pusat dan lima kantor regional PTPN IV PalmCo.
Di beberapa wilayah operasional, seperti Regional I Medan dan Regional IV Jambi, tingkat persaingan bahkan mencapai sekitar 16 pelamar untuk satu posisi.
Jatmiko menilai, tingginya animo tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan lulusan baru terhadap pengalaman kerja yang relevan sebagai bekal memasuki dunia profesional. Ia menjelaskan, fasilitas yang diterima peserta disesuaikan dengan skema program yang diikuti.
Untuk peserta Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, insentif berasal dari pemerintah, sedangkan peserta Magenta BUMN memperoleh uang saku yang dialokasikan perusahaan.
"Ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan BUMN. Perusahaan menyediakan lingkungan belajar, pembimbing, dan pengalaman kerja, sementara skema pembiayaan mengikuti ketentuan masing-masing program," tuturnya.
Pengembangan program pemagangan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
Baca juga : Job Fair Depok 2026 Diserbu Pencari Kerja
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemagangan berbasis kompetensi merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
"Pemagangan berbasis kompetensi adalah jembatan paling efektif untuk mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dan pasar kerja. Melalui pemagangan di industri, peserta tidak hanya mendapatkan hard skill, tetapi juga soft skill dan etos kerja yang nyata," ujarnya.
Menurutnya, pengalaman langsung di lingkungan industri akan membantu lulusan memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang lebih baik sekaligus meningkatkan produktivitas angkatan kerja nasional.
Sejumlah alumni mengaku pengalaman magang di PTPN IV PalmCo menjadi modal penting dalam perjalanan karier mereka.
Nabila Shifa, lulusan Universitas Gunadarma yang mengikuti program Magenta BUMN dan kini menjadi karyawan PTPN IV PalmCo, mengatakan dirinya tidak hanya mengerjakan tugas administratif, tetapi juga dilibatkan dalam penyelesaian target kerja tim.
"Pendampingan mentor dan pengalaman bekerja dalam ritme korporasi menjadi bekal yang sangat membantu ketika mengikuti proses rekrutmen hingga akhirnya bergabung sebagai karyawan," ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan Hafizah Mulia Ningrum, lulusan Universitas Andalas yang pernah mengikuti Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan di PTPN IV PalmCo dan kini bekerja sebagai konsultan auditor.
Baca juga : Direktur PalmCo jadi Mahasiswa Angkatan Pertama S2 Sosial Ekonomi Pertanian ITSI
Menurut Hafizah, pemahaman mengenai tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan standar kepatuhan operasional yang diperoleh selama magang menjadi nilai tambah dalam pekerjaannya saat ini.
"Pengalaman itu membuat saya memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai praktik bisnis di lapangan sehingga sangat membantu ketika memberikan rekomendasi kepada klien," katanya.
Bagi PTPN IV PalmCo, perluasan akses program magang tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia perusahaan, tetapi juga merupakan kontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri.
Tingginya jumlah peserta maupun pelamar dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa program pemagangan masih menjadi salah satu jalur yang diminati lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.