Dark/Light Mode

Serapan Tenaga Kerja Naik 522.000 Orang

BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia Turun Per Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 16:16 WIB
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Foto: Bakom RI)
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar kerja Indonesia kembali menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja turut mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), menandakan daya serap tenaga kerja yang terus membaik.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang atau bertambah 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 70,57 persen, naik tipis 0,01 persen poin.

Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang atau meningkat 522 ribu orang dibanding Februari 2026. Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai kategori pekerjaan.

Baca juga : Indonesia dan Thailand Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan Hingga Ekonomi Digital

"Jika dirinci, pekerja penuh berjumlah 98,98 juta orang atau bertambah 391.000 orang," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026). 

"Pekerja paruh waktu berjumlah 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72.000 orang. Sedangkan jumlah pekerja setengah pengangguran mencapai 10,79 juta orang atau bertambah 59.000 orang," imbuhnya.

BPS mencatat sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan jumlah tenaga kerja terbesar. Tercatat 42,60 juta orang bekerja di sektor tersebut atau setara dengan 28,75 persen dari total penduduk bekerja.

Baca juga : Jaga Stabilitas Kawasan, Prabowo Perkuat Kerja Sama Pertahanan Dengan Thailand

Dari sisi status pekerjaan, jumlah pekerja formal juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, penduduk yang bekerja di sektor formal mencapai 60,31 juta orang atau sekitar 40,70 persen dari total pekerja, meningkat 0,12 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Selain itu, jumlah pekerja komuter juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Pada Mei 2026, terdapat 7,74 juta pekerja komuter atau bertambah sekitar 554.000 orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja berdampak pada membaiknya kondisi pasar tenaga kerja secara keseluruhan. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 berada di angka 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Baca juga : Prabowo Lepas Kepulangan PM Thailand di Halim, Suasananya Begitu Hangat

"Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan," pungkas Edy. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.