Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dorong Investasi Pasca-IEU CEPA
Airlangga: Jerman Bidik Mineral Kritis Dan SDM RI
Rabu, 17 Juni 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) mendorong minat Jerman untuk berinvestasi di sektor mineral kritis.
Selain itu, Pemerintah Jerman juga membuka peluang lebih besar bagi tenaga kerja Indonesia. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya minat investasi dan kerja sama ekonomi pasca-tercapainya IEU-CEPA.
Selain membidik sektor mineral kritis dan manufaktur maju, dunia usaha Jerman juga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di negaranya.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, isu ketenagakerjaan menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan delegasi bisnis Jerman dengan Pemerintah Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari agenda Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka.
Baca juga : Penerimaan Siswa Baru Harus Bebas Pungutan
“Jerman membawa business delegation dan mereka tadi mengadakan pertemuan. Mereka menanyakan pasca-EU CEPA ini nanti apa yang menjadi peluang untuk Indonesia,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Menurut Airlangga, delegasi bisnis Jerman juga mengapresiasi kesiapan SDM Indonesia. Hal itu tidak lepas dari tantangan demografi yang dihadapi Jerman akibat berkurangnya jumlah generasi muda.
Pemerintah Indonesia pun menawarkan pembahasan lebih lanjut melalui forum Joint Commission on Industry and Economy yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Forum tersebut akan menjadi wadah penyusunan kerja sama penempatan tenaga kerja dan program pelatihan bagi kedua negara.
“Kita bisa persiapkan rencana dua pihak untuk penempatan tenaga kerja ataupun pelatihan, baik itu orang Indonesia maupun Jerman,” ujarnya.
Airlangga menambahkan, Kadin Indonesia telah diminta mengoordinasikan persiapan kerja sama tersebut dengan dunia usaha.
Baca juga : Jepang Sungguh Memesona
Selain ketenagakerjaan, minat investasi Jerman di Indonesia juga terus meningkat. Delegasi bisnis Jerman menanyakan berbagai sektor potensial yang dapat menjadi fokus kerja sama baru antara kedua negara.
Dia mengatakan, sektor mineral kritis menjadi salah satu daya tarik utama. Terutama komoditas rare earth dan nikel yang dibutuhkan untuk pengembangan kendaraan listrik, baterai, serta teknologi energi bersih.
Namun demikian, Pemerintah mengingatkan agar investasi diarahkan ke sektor yang tidak menambah persoalan kelebihan kapasitas produksi global.
“Eropa sekarang merasa punya excess capacity daripada baja. Mereka mau memotong produksi baja di Eropa dari 80 juta ke 40 juta. Saya sampaikan sektor-sektor yang kita lakukan harapannya tidak menambah excess-nya,” jelasnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai, kesepakatan IEU-CEPA telah meningkatkan antusiasme dunia usaha Jerman untuk memperluas perdagangan dan investasi di Indonesia.
Baca juga : Portugal Vs RD Kongo, Awas! Serangan Balik Leopards
“Banyak sekali animo keinginan berdagang dan memanfaatkan EU-CEPA ini,” ujar Anindya.
Menurut dia, investor Jerman juga tertarik menambah investasi langsung pada sektor strategis yang menjadi prioritas industrialisasi nasional. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 17 Juni 2026 dengan judul "Dorong Investasi Pasca-IEU CEPA Airlangga: Jerman Bidik Mineral Kritis Dan SDM RI"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya