RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Ministry of Statistics and Programme Implementation (MoSPI) India melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Lucknow, India.
Kolaborasi ini berfokus pada modernisasi sistem statistik nasional. Termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi proses bisnis statistik.
Penandatanganan LoI dilakukan oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti bersama Secretary MoSPI India Saurabh Garg di sela-sela agenda Meeting of Heads of National Statistical Offices (NSOs) of BRICS Countries yang berlangsung pada 3–4 Agustus 2026.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara, pascakunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia awal Juli 2026.
Baca juga : Pram: Dananya Untuk Biayai Proyek LRT & RS
Pertemuan antar-pimpinan lembaga statistik BRICS tersebut menjadi wadah kolaborasi untuk menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
“Ini menjadi forum untuk bersama-sama menjawab kebutuhan statistik resmi yang berkualitas, terpercaya, tepat waktu, dan relevan sebagai dasar perumusan kebijakan,” ujar Amalia dalam keterangan resmi BPS, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat kapasitas kelembagaan statistik kedua negara melalui berbagai program teknis.
Kolaborasi ini mencakup pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pertukaran metodologi dan praktik terbaik, transformasi digital statistik, penyelenggaraan pelatihan bersama, serta berbagai bentuk kolaborasi teknis lainnya.
Baca juga : Bos FIFA: Diserang, Saya Akan Lawan!
BPS saat ini telah mengoperasikan platform digital Flexible Authentic Survey Instrument Harmony (FASIH) untuk pengumpulan dan verifikasi kualitas data.
Sedangkan MoSPI mengandalkan sistem bernama e-SIGMA.
“Melalui kerja sama ini, kedua lembaga akan saling bertukar pengalaman dalam memodernisasi kedua platform tersebut, sehingga mampu mendukung penyelenggaraan statistik yang semakin efisien dan andal,” jelas Amalia.
Amalia mengatakan, bagi Indonesia, penguatan kerja sama dengan India tidak hanya mempererat hubungan bilateral. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperluas peran aktif di komunitas statistik internasional.
Baca juga : Jajal Mobil Lawas McLaren, Piastri Kepincut Deru Mesin V8
Kehadiran BPS dalam forum BRICS sekaligus menegaskan komitmen Indonesia mengawal pengembangan data global yang andal.
“Ini memperkuat kapasitas nasional dalam menyediakan data statistik yang berkualitas, bermakna, dan berdampak sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” pungkas Amalia. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 7 Agustus 2026 dengan judul "Kolaborasi Dengan MoSPI India Digitalisasi Data BPS Update Sistem Statistik Berbasis AI"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.