Dark/Light Mode

Tumbuh 5,29 Persen, Ekonomi Di Jalan Yang Benar

Kamis, 6 Agustus 2026 07:50 WIB
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut menunjukkan perekonomian nasional tetap bertahan di tengah berbagai tantangan global. 

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2025 yang sebesar 5,12 persen. Namun, angkanya lebih rendah dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen.

Menurut Edy, pertumbuhan secara kuartalan tersebut masih mengikuti pola musiman yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya. Kondisi itu sejalan dengan tren yang selama ini tercermin dalam aktivitas ekonomi nasional. 

BPS mencatat lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, yakni industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. 

Baca juga : Mantan Jampidsus Ajukan Praperadilan, Kejagung Siap Hadapi Febrie

"Kelima sektor tersebut secara bersama-sama menyumbang sekitar 63,73 persen terhadap total perekonomian Indonesia," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026). 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026 merupakan torehan yang cukup impresif. Capaian tersebut diraih di tengah absennya momentum pendorong konsumsi musiman dan tingginya tekanan krisis global. 

Airlangga menekankan, selama dua tahun terakhir Indonesia terus dihadapkan pada berbagai konflik geopolitik dan dinamika global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Di tengah ketidakpastian tersebut, perekonomian nasional masih mampu tumbuh 5,29 persen. 

"Seperti kita tahu, triwulan II tidak ada event besar seperti Lebaran karena ini sudah masuk di triwulan I. Jadi angka 5,29 persen ini angka yang cukup baik," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026). 

Baca juga : Nusron: Laut Dijual & Dikavling Secara Ilegal

Lebih lanjut, secara kumulatif pada semester I-2026, ekonomi nasional mencatat pertumbuhan sebesar 5,45 persen. Menurut Airlangga, capaian tersebut sekaligus memperpanjang rekor Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen menunjukkan fundamental ekonomi nasional masih berada di jalur yang benar. Capaian tersebut diraih di tengah tekanan eksternal akibat tingginya harga minyak dunia dan perlambatan perdagangan global. 

Menurut Purbaya, lonjakan harga minyak dunia selama periode April hingga Juni 2026 berdampak terhadap aktivitas perdagangan dan ekspor Indonesia. Meski demikian, ekonomi domestik masih mampu tumbuh di atas 5 persen. 

"Kalau kita bisa tumbuh 5,29 persen di tengah keadaan seperti itu, saya kira itu sudah cukup baik," ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (5/8/2026). 

Baca juga : KPK Sita SGD 8.500 Di Kantor Imigrasi Jaksel

Ia mengatakan, Pemerintah akan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan pada semester II-2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi menuju kisaran 6 persen. 

Pemerintah akan meningkatkan likuiditas di perekonomian serta menurunkan biaya dana (cost of fund) perbankan agar suku bunga kredit menjadi lebih kompetitif. Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat sektor manufaktur agar mampu memanfaatkan potensi pemulihan permintaan global. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.