Dark/Light Mode

Bos FIFA: Diserang, Saya Akan Lawan!

Jumat, 7 Agustus 2026 06:20 WIB
Gianni Infantino. (Foto: Instagram/gianni_infantino)
Gianni Infantino. (Foto: Instagram/gianni_infantino)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tangkis serangan haters, Infantino gelar rapat darurat di Maroko. Rencanakan venue Final Piala Dunia 2030 bukan di tanah Eropa.

Gianni Infantino diperkirakan akan tetap menjabat sebagai Presiden FIFA meski diterpa badai krisis internal. Infantino meyakini ia masih memiliki dukungan politik yang cukup di Amerika Selatan, Afrika, dan Asia untuk melewati badai ini serta menahan desakan yang terus meningkat agar segera meninggalkan jabatannya. 

Menurut Sky Sports, Infantino menuntaskan rapat maraton selama tujuh jam dengan staf senior FIFA, sebelum terlihat tersenyum bersama sekretaris jenderal Mattias Grafstrom di sebuah laga Piala Afrika Wanita di Maroko. Infantino menegaskan bahwa ia bertanggung jawab secara langsung kepada 211 asosiasi anggota yang membentuk FIFA, bukan kepada para pengkritiknya yang vokal. 

Baca juga : Jajal Mobil Lawas McLaren, Piastri Kepincut Deru Mesin V8

Sementara itu, Arsene Wenger, Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA, mengambil jarak dari strategi komersial yang dibatalkan tersebut. Wenger secara terbuka menjelaskan bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam rencana itu. 

“Keputusan untuk menarik proyek itu benar-benar perlu dan tidak perlu diperdebatkan. Saya sangat meyakini FIFA yang independen yang melayani permainan kita dengan komitmen, transparansi, dan integritas,” tegas eks pelatih Arsenal itu. 

Laporan juga muncul yang menyebut Infantino menawarkan hak tuan rumah untuk Final Piala Dunia 2030 kepada Maroko di Stadion Hassan II yang baru di Casablanca sebagai imbalan atas dukungan publik. 

Baca juga : China Sanksi 6 Perusahaan AS

Maroko, bersama Spanyol dan Portugal, akan menjadi tuan rumah bersama turnamen 2030, dengan Santiago Bernabeu di Madrid sebelumnya dianggap sebagai kandidat terdepan. 

Namun, FIFA bergerak cepat untuk membantah telah memberikan jaminan apa pun terkait partai puncak tersebut. “Tidak benar dan menyesatkan untuk mengklaim bahwa Presiden FIFA membuat janji apa pun terkait penyelenggaraan Final Piala Dunia 2030,” ungkap salah satu jubir FIFA. 

Pihak-pihak yang menentang dapat menggelar rapat darurat Dewan FIFA atau meminta kongres luar biasa untuk mengajukan mosi tidak percaya secara resmi. 

Baca juga : Gisella Anastasia, Pangkas Ego Demi Gempi

Sebagai alternatif, kandidat-kandidat saingan memiliki waktu hingga 18 November 2026 untuk ikut dalam persaingan menuju pemilihan presiden pada Maret 2027. [GO]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.