BREAKING NEWS
 

Industri TPT Tumbuh 6,36 Persen, Investasi Semester I-2026 Naik 11,85 Persen

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 7 Agustus 2026 07:45 WIB
Ilustrasi. Foto: Pexels.com

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional melanjutkan tren positif pada 2026. Sepanjang triwulan II-2026, sektor tekstil dan pakaian jadi tumbuh 6,36 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun industri pengolahan nonmigas.

Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 4,35 persen. Dengan demikian, industri TPT mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 2,01 poin persentase dalam setahun.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ian Syarif, mengatakan capaian tersebut menunjukkan industri tekstil nasional mulai memasuki fase pemulihan yang semakin kuat setelah menghadapi tekanan dalam beberapa tahun terakhir.

"Pertumbuhan 6,36 persen menunjukkan bahwa industri tekstil dan pakaian jadi masih memiliki daya tahan dan ruang ekspansi. Setelah menghadapi tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir, industri ini kembali tumbuh lebih cepat daripada perekonomian nasional dan industri pengolahan nonmigas," kata Ian, dalam keterangannya.

Menurut Ian, pertumbuhan tersebut didukung berbagai indikator positif, mulai dari meningkatnya investasi, pertumbuhan ekspor, surplus perdagangan, hingga besarnya kontribusi sektor TPT terhadap penyerapan tenaga kerja nasional.

Baca juga : Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja

Pada semester I-2026, nilai investasi industri tekstil dan pakaian jadi mencapai Rp11,40 triliun atau meningkat 11,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,19 triliun.

Investasi di industri tekstil naik dari Rp6,05 triliun menjadi Rp6,78 triliun, sedangkan investasi industri pakaian jadi meningkat dari Rp4,14 triliun menjadi Rp4,62 triliun.

Ian menilai kenaikan investasi tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek industri TPT Indonesia.

"Pertumbuhan investasi sebesar 11,85 persen merupakan indikator penting karena menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek pasar dan basis produksi Indonesia. Investasi tersebut diperlukan untuk menambah kapasitas, memodernisasi mesin, meningkatkan efisiensi energi, dan memenuhi standar keberlanjutan pasar global," ujarnya.

Adsense

Selain investasi, kinerja perdagangan sektor TPT juga masih mencatatkan hasil positif. Nilai ekspor sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 4,85 miliar dolar AS, naik 1,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,77 miliar dolar AS.

Baca juga : Tokenisasi ETF Permudah Akses Investasi Global, Modal Mulai Rp11 Ribu

Di sisi lain, impor meningkat dari 3,41 miliar dolar AS menjadi 3,58 miliar dolar AS. Meski demikian, industri TPT masih membukukan surplus perdagangan sekitar 1,27 miliar dolar AS.

Ian mengingatkan peningkatan impor yang lebih cepat dibandingkan ekspor perlu menjadi perhatian agar tidak menggerus daya saing industri dalam negeri.

"Surplus 1,27 miliar dolar AS membuktikan bahwa industri TPT masih menjadi penghasil devisa. Akan tetapi, kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa impor tumbuh lebih cepat dan surplus mengalami penyempitan. Karena itu, peningkatan ekspor harus dibarengi penguatan pasar domestik serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat," tegasnya.

Menurut Ian, pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan internasional juga harus dioptimalkan untuk memperluas akses pasar ekspor, termasuk ke Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara mitra lainnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, industri TPT masih menjadi salah satu sektor manufaktur padat karya terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Sakernas, jumlah tenaga kerja di industri ini mencapai sekitar 3,86 juta orang, terdiri atas sekitar 1,01 juta pekerja di industri tekstil dan 2,84 juta pekerja di industri pakaian jadi.

Baca juga : Airlangga Ajak Pengusaha Jaga Ketahanan Ekonomi

"Di balik setiap angka pertumbuhan dan investasi terdapat jutaan keluarga yang bergantung pada keberlangsungan industri ini. Karena itu, menjaga daya saing industri TPT bukan hanya kepentingan perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan dan menciptakan lapangan kerja," kata Ian.

Ian menilai capaian industri TPT pada 2026 merupakan hasil kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga produksi, investasi, perdagangan, serta penyerapan tenaga kerja di tengah dinamika pasar global.

Ke depan, API mendorong pemerintah terus memperkuat daya saing industri melalui penyediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif, modernisasi mesin, peningkatan produktivitas tenaga kerja, kemudahan pembiayaan, optimalisasi perjanjian perdagangan, serta penegakan hukum terhadap impor ilegal.

"Pertumbuhan 6,36 persen bukan garis akhir, melainkan kesempatan untuk membawa industri TPT naik ke tingkat berikutnya. Tantangannya sekarang adalah mengubah pertumbuhan menjadi peningkatan utilisasi, pesanan, ekspor, investasi, dan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan," pungkas Ian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense