BREAKING NEWS
 

MSCI Tendang 10 Saham, IHSG Jadinya Merah

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Jumat, 14 Agustus 2026 07:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

 Sebelumnya 
Ia juga memastikan BEI akan terus berkomunikasi dengan para pelaku pasar maupun investor di tingkat global. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. 

Jeffrey mengatakan, pengumuman MSCI merupakan tinjauan indeks rutin yang dilakukan lembaga penyedia indeks global terhadap saham-saham di berbagai negara, termasuk Indonesia. Seperti tinjauan indeks sebelumnya, ia meyakini MSCI menggunakan keterbukaan informasi publik yang telah disampaikan BEI, seperti High Shareholding Concentration (HSC) dan kepemilikan saham di atas 1 persen. 

"Rebalancing ini secara periodik dilakukan oleh MSCI. Dan seperti proses rebalancing sebelumnya, MSCI juga menggunakan keterbukaan informasi publik yang disampaikan oleh BEI, seperti HSC dan kepemilikan saham satu persen," jelas Jeffrey. 

Baca juga : Suap Restitusi Pajak, KPK Sita Emas 1,3 Kg

Lantas, apa dampaknya bagi pasar saham Indonesia? PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi perubahan tersebut berpotensi memicu arus dana keluar secara teknikal. Namun, dampaknya terhadap pasar saham secara keseluruhan relatif terbatas karena tekanan terutama akan terkonsentrasi pada saham-saham yang mengalami perubahan indeks. 

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, hasil index review MSCI kali ini cenderung negatif bagi pasar Indonesia. Selain keluarnya GOTO dan turunnya status CPIN, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke Global Standard Index sehingga tidak terdapat arus dana masuk yang dapat mengimbangi potensi outflow

"Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi dengan penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index," ulas Rully dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026). 

Baca juga : Hormati Sikap PDIP Di Luar Pemerintahan

Menurutnya, keputusan MSCI menghapus GOTO berkaitan dengan rendahnya likuiditas saham tersebut yang bertahan di level harga minimum Rp 50 sejak Mei 2026. Kondisi itu dinilai menimbulkan persoalan terhadap kemampuan investor pasif untuk mereplikasi indeks. 

Rully menjelaskan, dampak utama perubahan indeks akan bersifat teknikal melalui potensi passive outflow menjelang penerapan hasil rebalancing pada akhir Agustus. Namun, tekanan tersebut diperkirakan tidak memberikan dampak besar terhadap IHSG secara keseluruhan karena arus dana keluar lebih terkonsentrasi pada saham-saham yang terdampak langsung. 

"Tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Standard Index juga berarti tidak terdapat offsetting inflow, sejalan dengan pembatasan MSCI yang masih berlaku," kata Rully. 

Baca juga : 45 Anggota DPRD Usulkan Pemakzulan, Bupati Gowa Di Ujung Tanduk

Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin menambahkan, terbatasnya perubahan bobot Indonesia dalam indeks global menjadi salah satu faktor yang membuat dampak review MSCI kali ini terhadap pasar secara keseluruhan diperkirakan tidak terlalu besar. Menurutnya, bobot Indonesia dalam indeks emerging market diperkirakan turun dari sekitar 0,49 persen menjadi 0,46 persen. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense