RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan defisit fiskal 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Pada pidato kenegaraan dalam rangka menyampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Komplek Parlemen Senayan Jakarta pada Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto menyebut angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan APBN tahun 2026. Yaitu Rp 689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen dari PDB.
Baca juga : Pelaku Usaha Makanan Wajib Kelola Sampah
Untuk menjalankan seluruh agenda pemerintah, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun, Naik dari Rp 3.842,7 triliun di APBN 2026.
Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp 3.426 triliun, naik dari Rp 3.153,6 triliun di APBN 2026.
Baca juga : Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang, Prabowo: Jaga Identitas dan Sejarah Bangsa
"Pembiayaan direncanakan sebesar Rp 671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto. Ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi," kata Prabowo.
"Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah yang sekecil-kecilnya. Bahkan, cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.