Sebelumnya
Yang Nyolong Dihukum Berat
Dewan Direksi (Board of Directors/BOD) BGR, bahkan tak luput dari ajakannya untuk bertranformasi. Alhasil, visi dan misi perseroan pun ikut dirombak. Seluruh pegawai BGR Logistics sekarang makin berintegritas. “Saya nggak mau ada maling. Sekali nyolong saya hukum berat. Saya penjarakan semua. Sepintar apa pun, kalau integritasnya nggak ada, saya nggak akan pakai kalian. Saya mutasi, saya rotasi, saya ambil ke pusat. Organisasinya saya perbesar. Yang muda naik, akhirnya gajinya naik. Mereka jadi termotivasi,” katanya.
Baca juga : Eks Menteri, Mantan Tim Mawar Dan Petahana Adu Kuat
Selesai urusan SDM, Kuncoro melakukan digitalisasi di berbagai lini usahanya. BGR Logistics pun menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP), untuk mengelola SDM.
Dia menyebut, lebih mudah menerapkan sistem ini di BGR Logistics, karena hanya membutuhkan waktu empat bulan, ketimbang di KAI yang sampai empat tahun.
Baca juga : Menteri Jonan Lancarkan Diplomasi Sawit Di Vatikan
Selama ini, masyarakat melihat KAI hanya dari tiket elektronik (e-ticket). Padahal, kata Kuncoro, jajarannya susah payah memperkuat internal. Jika dihitung, karyawan KAI mencapai 30 ribu. Sedangkan karyawan di BGR Logistik hanya 1.200. Makanya, dia yakin perseroan yang dipimpinnya kali ini, bisa lebih baik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.