Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
AP II Operasikan 3 Bandara Lagi, Pemerintah Hemat APBN
Selasa, 5 Februari 2019 14:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II akan segera menambah jumlah bandara yang dioperasikan. Pada April atau Mei mendatang, AP II akan resmi mengoperasikan Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Radin Inten II di Lampung, dan Fatmawati Soekarno di Bengkulu.
Ketiga bandara itu diserahkan pengelolaannya oleh Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ke AP II, melalui pola Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Aset Barang Milik Negara selama 30 tahun.
Baca juga : Award Kesetaraan Gender UAE Pemenangnya Pria Semua
Dengan tambahan 3 bandara ini, AP II dipastikan akan mengoperasikan total 19 bandara, yang ada di wilayah Indonesia Bagian Barat.
Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan pola kerja sama tersebut akan menghemat APBN. Sebab, pendanaan investasi, pengembangan, dan pengoperasian bandara akan bersumber dari kas internal AP II.
Baca juga : Anies: Pemerintah Butuh Tekanan Pers
"Capital expenditure dan operational expenditure ketiga bandara itu akan berasal dari AP II, sehingga pemerintah mempunyai pilihan untuk menggunakan APBN, guna membangun infrastruktur lainnya. Kami sangat menyambut baik kerja sama dengan pola KSP ini. Karena dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, demi kepentingan masyarakat," papar Awaluddin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya