RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,72 triliun pada tahun anggaran 2027. Langkah ini untuk menjaga pertumbuhan sektor manufaktur, serta mengoptimalkan agenda pembangunan industri.
Usulan tambahan pagu tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Kemenperin bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (1/9/2026). Tambahan biaya ini dinilai mendesak untuk menopang agenda Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen dan pertumbuhan industri pengolahan 5,86 persen.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri manufaktur menunjukkan kinerja positif sebagai salah satu motor utama perekonomian nasional.
“Momentum ini harus terus kita jaga melalui kebijakan dan program yang mampu memperkuat struktur industri, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi di dalam negeri,” katanya.
Baca juga : Wujudkan Mimpi Jadi Kota Global, Jakarta Susun Strategi Kendalikan Penduduk
Agus memaparkan, usulan penambahan anggaran ini dilatarbelakangi oleh postur pagu Kemenperin yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, pagu Kemenperin tercatat sebesar Rp 4,53 triliun, lalu menyusut menjadi Rp 2,50 triliun pada 2026. Pada 2027, Kemenperin hanya memperoleh pagu indikatif sebesar Rp 2,01 triliun, turun 19,51 persen atau sebesar Rp 488,16 miliar dibandingkan pagu awal 2026.
Pagu anggaran 2027 senilai Rp 2,01 triliun tersebut bersumber dari Rupiah Murni sebesar Rp 1,58 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 79,54 miliar, Badan Layanan Umum (BLU) Rp 315,69 miliar, serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp 34,63 miliar.
Dari jenis belanjanya, porsi terbesar teralokasi untuk belanja pegawai sebesar Rp 1,12 triliun, belanja operasional Rp 354,42 miliar dan belanja nonoperasional sebesar Rp 539,91 miliar.
Menurut politisi Partai Golkar itu, kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena porsi belanja operasional dasar, khususnya belanja pegawai dan kebutuhan operasional pelaksanaan tugas dan fungsi, cenderung meningkat.
Baca juga : Messi: Don’t Cry For Me Argentina...
“Padahal komponen tersebut sangat menentukan kemampuan kami menjalankan program prioritas dan mendukung pencapaian Prioritas Nasional,” jelas Agus.
Dengan keterbatasan anggaran, program prioritas Kemenperin pada 2027 difokuskan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) industri sebesar Rp 106,94 miliar, penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai rantai pasok senilai Rp 59,96 miliar dan hilirisasi berbasis sumber daya alam sebesar Rp 42,27 miliar.
Selain itu, alokasi diarahkan untuk Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan industri halal Rp 10,07 miliar, peningkatan teknologi serta restrukturisasi mesin Rp 8,76 miliar, akselerasi ekspor Rp 7,29 miliar, industri hijau Rp 5,95 miliar, serta kawasan industri Rp 1,55 miliar.
“Program tersebut menjadi instrumen untuk memastikan agenda penguatan pasar domestik, peningkatan produktivitas, hilirisasi, transformasi industri dan perluasan pasar sebagaimana diarahkan dalam RKP 2027 tetap berjalan,” tutur Agus. DIR
Baca juga : Perburuan Gelar Kesembilan, Marquez Dihantui Kutukan Mandalika
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 2 September 2026 dengan judul "Minta Tambahan Suntikan Anggaran Rp 1,72 Triliun Kemenperin Tancap Gas Pacu Industri Manufaktur"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.