BREAKING NEWS
 

Destry Bandingkan Kondisi Regional

Struktur Ekonomi RI Jauh Lebih Kuat & Stabil Dibanding Vietnam

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 4 September 2026 08:00 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kanan). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

 Sebelumnya 
Menurut dia, penguatan arus modal ke pasar saham penting untuk memperdalam pasar keuangan nasional dan memperluas sumber pembiayaan bagi perekonomian. Dengan pasar keuangan yang semakin dalam, ketahanan ekonomi Indonesia juga diharapkan semakin kuat dalam menghadapi gejolak global.

Destry menambahkan, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tidak dapat hanya mengandalkan intervensi di pasar valuta asing. Intervensi secara berlebihan, menurut dia, berpotensi menguras cadangan devisa.

Karena itu, BI juga berupaya menjaga daya tarik aset keuangan domestik agar tetap mampu menarik aliran modal asing. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat ketahanan sektor eksternal.

Baca juga : Keracunan MBG Sidoarjo, Kelalaian Yang Disengaja

Menurut Destry, kompleksitas ekonomi global saat ini juga membuat bank sentral tidak dapat hanya mengandalkan satu instrumen kebijakan. Perkembangan suku bunga global, imbal hasil aset keuangan, pergerakan nilai tukar, hingga kebutuhan menjaga arus modal menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan.

BI, lanjut dia, terus mengoptimalkan bauran kebijakan yang mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, dan pendalaman pasar keuangan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Destry berharap, arus modal masuk yang tetap terjaga dapat memperkuat stabilitas nilai tukar dan kondisi eksternal Indonesia. Dengan demikian, perekonomian nasional tidak terlalu bergantung pada penggunaan cadangan devisa untuk melakukan intervensi di pasar.

Baca juga : Pesawat Tempur F-16 Diterjunkan Cek Karhutla

Meski fundamental ekonomi dinilai kuat, Destry menekankan, Indonesia masih memiliki ruang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, bank sentral, sektor keuangan, dan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ke tingkat yang lebih tinggi.

Sementara, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, Indonesia memasuki periode yang semakin menantang dengan modal fundamental ekonomi dan fiskal yang tetap kuat. Ketahanan tersebut menjadi modal untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global.

“Saat ini, ekonomi Indonesia terbukti cukup tangguh dan memiliki ketahanan tinggi,” ujar Suahasil.

Baca juga : Diperiksa Kejagung Soal Pencucian Uang, Febrie Pilih Bungkam

Menurut dia, Pemerintah ingin membawa perekonomian Indonesia menuju jalur pertumbuhan yang lebih tinggi melalui investasi yang tidak hanya besar, tetapi juga berkualitas dan mampu meningkatkan produktivitas.

Untuk itu, Pemerintah terus memperkuat iklim investasi melalui deregulasi, penyelesaian berbagai hambatan (debottlenecking), kepastian kebijakan, serta peningkatan produktivitas. Pertumbuhan yang berkelanjutan, menurut Suahasil, membutuhkan peningkatan modal, kapasitas produksi, nilai tambah, dan produktivitas ekonomi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense