BREAKING NEWS
 

PLN EPI Gandeng Keraton Yogyakarta Kembangkan Biomassa Berbasis Masyarakat

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 5 September 2026 05:37 WIB
Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi saat berbicara pada agenda Konsolidasi Pasokan Biomassa di Yogyakarta. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh entitas PLN untuk mencapai target Net Zero Emission 2060.

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pengembangan biomassa berbasis masyarakat untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan manfaat ekonomi di daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Keraton Yogyakarta guna memperkuat ekosistem biomassa yang berkelanjutan.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan penguatan ekosistem biomassa menjadi semakin penting seiring meningkatnya target pasokan biomassa untuk program cofiring pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Pada 2026, PLN EPI ditargetkan memasok 3,65 juta ton biomassa ke 52 PLTU di seluruh Indonesia. Target tersebut meningkat sekitar 50 persen dibandingkan realisasi pasokan pada 2025 yang mencapai 2,35 juta ton.

"Hingga 26 Agustus 2026, realisasi cofiring telah mencapai sekitar 1,4 juta ton biomassa atau hampir separuh dari target tahun ini. Karena itu kami terus memperkuat ekosistem hulu, meningkatkan kualitas biomassa, dan menyelaraskan kebutuhan pembangkit dengan kesiapan pasokan," kata Hokkop dalam kegiatan Konsolidasi dan Rekonsiliasi Pasokan Biomassa untuk Mencapai Target Cofiring 2026 dan Net Zero Emission di Yogyakarta.

Menurut Hokkop, tantangan pengembangan biomassa tidak hanya terletak pada ketersediaan volume, tetapi juga kualitas bahan baku, biaya logistik, serta kesiapan pembangkit dalam menerima biomassa.

Baca juga : PLN EPI dan Kemendes PDT Perkuat Rantai Pasok Biomassa Desa

Melalui skema cofiring, biomassa digunakan bersama batu bara sehingga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan menekan emisi pembangkit yang sudah beroperasi.

Ia menambahkan potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton per tahun. Namun, pemanfaatannya baru sekitar 22 juta ton sehingga masih tersedia ruang yang besar untuk pengembangan pasokan.

Untuk memperkuat rantai pasok, PLN EPI membangun berbagai fasilitas pendukung, mulai dari subhub, hub, hingga main hub biomassa.

Beberapa proyek yang telah dikembangkan antara lain fasilitas dewatering di Ciamis, main biomass hub di Lebak, biomass hub di Tasikmalaya, pemasangan jembatan timbang di PLTU Sintang dan Barru, serta digital marketplace biomassa di Cilacap.

Adsense

Sementara itu, Kepala Bebadan Pangreksa Loka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo menilai pengembangan biomassa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bahan bakar pembangkit, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat.

Menurut dia, program biomassa di Gunungkidul yang saat ini dikembangkan pada lahan sekitar 30 hektare telah memberikan manfaat tambahan sebagai sumber pakan ternak bagi masyarakat.

Baca juga : Direktur Biomassa PLN EPI Raih Penghargaan Inagritech 2026

Program tersebut juga dilengkapi dengan pengembangan bank bibit yang saat ini telah tersedia di dua kelurahan dengan potensi produksi sekitar 30 ribu bibit tanaman.

"Program ini harus berhasil untuk kepentingan dalam negeri kita sendiri," ujar Marrel.

Ia mengatakan apabila program tersebut menunjukkan hasil yang baik, pengembangannya berpotensi diperluas hingga 300-400 hektare dan direplikasi ke wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Marrel juga menegaskan pengembangan biomassa yang dilakukan PLN berbeda dengan anggapan bahwa biomassa identik dengan penebangan hutan.

Model yang diterapkan mengedepankan penanaman, panen, dan penanaman kembali sehingga mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

"Kita tunjukkan biomassa yang dilakukan PLN berbeda. Konsepnya adalah penanaman, harvesting, dan kemudian penanaman kembali," katanya.

Baca juga : PLN EPI Perkuat Standardisasi Biomassa untuk Dukung Co-firing PLTU

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi menekankan pentingnya kolaborasi seluruh entitas di lingkungan PLN untuk mencapai target net zero emission pada 2060.

Menurut dia, kesiapan pasokan biomassa harus berjalan seiring dengan kesiapan pembangkit agar biomassa yang telah disediakan dapat terserap sesuai kebutuhan teknis.

"Untuk mencapai target zero emission pada 2060, yang dibutuhkan adalah kerja sama dan kolaborasi kita semua," ujar Nikson.

Melalui penguatan ekosistem biomassa dari hulu hingga hilir, PLN EPI berharap program cofiring tidak hanya membantu menurunkan emisi sektor ketenagalistrikan, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru yang melibatkan masyarakat di daerah penghasil biomassa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense