BREAKING NEWS
 

373 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, di Soekarno-Hatta 202

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 6 September 2026 13:38 WIB
Sejumlah penumpang terdampak penundaan penerbangan akibat abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. (Foto: Wahyu/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, serta pihak terkait lainnya terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.

Berdasarkan update monitoring pada Minggu, 6 September 2026 pukul 10.35 WIB, terdapat 373 penerbangan yang terdampak akibat penutupan sejumlah bandara sebagai dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Rincian penerbangan terdampak akibat penutupan bandara adalah sebagai berikut:

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK): 202 penerbangan terdampak, dengan rincian:

Baca juga : Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bandung, Bandara Husein Sastranegara Tutup

Bandara Radin Inten II (TKG): 8 penerbangan terdampak, seluruhnya berstatus cancel.

Adsense

Bandara Halim Perdanakusuma (HLP): 29 penerbangan terdampak, seluruhnya berstatus cancel.

Bandara lainnya: 277 penerbangan terdampak, berupa penerbangan kedatangan dan keberangkatan yang memiliki rute menuju atau berasal dari bandar udara yang terdampak penutupan.

Baca juga : Erupsi Anak Krakatau: 4 Bandara Perpanjang Tutup, 1 Baru Tutup, 1 Segera Tutup

Ditjen Perhubungan Udara menegaskan, hak-hak penumpang yang terdampak akibat penutupan sementara bandara tetap harus dipenuhi oleh maskapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Maskapai wajib memberikan pelayanan dan penanganan kepada penumpang terdampak, termasuk informasi mengenai perubahan status penerbangan serta pilihan penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Guna menghindari penumpukan penumpang, Ditjen Perhubungan Udara mengimbau masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui bandar udara terdampak untuk tidak datang ke bandara selama periode penutupan dan senantiasa memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya.

Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian dan pemulihan operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan hasil koordinasi dengan BMKG serta pihak terkait.

Baca juga : Abu Vulkanik Anak Krakatau Bahayakan Penerbangan, Ini Penjelasan BMKG

Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, serta pihak terkait lainnya dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense