Dark/Light Mode

Penerbangan Garuda Indonesia Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Ini 5 Faktanya

Minggu, 6 September 2026 11:22 WIB
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia (Foto: IG Garuda)
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia (Foto: IG Garuda)

RM.id  Rakyat Merdeka - Garuda Indonesia melakukan penyesuaian operasional penerbangan untuk memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat, menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang Banten dan Bandara Radin Inten II, Lampung pada Minggu (6/9/2026), akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan NOTAM terbaru bernomor A3346/26, layanan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga pukul 13.30 siang ini. Sementara Bandara Radin Inten II tutup hingga pukul 14.00 WIB. 

Berikut lima dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan Garuda Indonesia:

1. Penerbangan Jakarta-Lampung PP Tidak Beroperasi

Penerbangan terjadwal Garuda Indonesia rute Jakarta-Lampung PP melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II tidak beroperasi selama periode penutupan sementara. 

Baca juga : Bandara Ngurah Rai Terdampak Erupsi Anak Krakatau: 15 Penerbangan Batal, 1 Delay

Penutupan kedua bandara tersebut ditetapkan melalui pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) sebagai langkah antisipatif terhadap potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

2. Sejumlah Rute Domestik dan Internasional Terdampak

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta berdampak pada sejumlah penerbangan Garuda Indonesia yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai daerah dan negara. Seperti Denpasar, Palembang, Pekanbaru, Yogyakarta, Banjarmasin, Palu, Manado, Gorontalo, Ternate, dan Singapura.

Sementara penutupan Bandara Radin Inten II mempengaruhi penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Lampung.

3. Penerbangan Bisa Batal, Delay, atau Dialihkan

Garuda Indonesia menangani penerbangan terdampak melalui pembatalan, penundaan, maupun pengalihan penerbangan. Keputusan tersebut mempertimbangkan waktu keberangkatan, posisi pesawat, kondisi jalur penerbangan, serta hasil koordinasi dengan otoritas terkait.

4. Penumpang Bisa Ubah Jadwal atau Refund

Baca juga : 5 Arahan Kemenhub Soal Pelayaran Selat Sunda di Tengah Erupsi Anak Krakatau

Bagi penumpang terdampak, Garuda Indonesia menyediakan opsi perubahan jadwal perjalanan maupun pengembalian dana sesuai ketentuan berlaku. Dukungan layanan lainnya juga diberikan dengan mempertimbangkan kondisi dan durasi penundaan masing-masing penerbangan.

5. Operasional Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Operasional penerbangan akan kembali dilayani secara bertahap, setelah masing-masing bandara dinyatakan dapat beroperasi oleh otoritas terkait dan seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi.

Pemulihan juga dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan pesawat dan awak, posisi armada, serta penataan kembali rotasi penerbangan.

Garuda Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan mengkaji langkah mitigasi operasional yang diperlukan, termasuk kemungkinan penyesuaian maupun pengalihan rute penerbangan. Koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan agar informasi terkini dan opsi penanganan perjalanan dapat disampaikan kepada penumpang secara cepat dan akurat.

Baca juga : Penutupan Operasional Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang Hingga Pukul 13.30 WIB

"Berkenaan dengan dinamika operasional ini, Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada seluruh penumpang yang terdampak," demikian pernyataan resmi Garuda Indonesia yang diterima redaksi, Minggu (6/9/2026).

Informasi ini merupakan pembaruan per 6 September 2026 pukul 10.30 WIB dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi. Penumpang yang memiliki tiket penerbangan hari ini diimbau untuk terus memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara melalui kanal pemesanan tiket yang digunakan, media sosial resmi Garuda Indonesia, atau Contact Center di 0804 1 807 807 dan 021 2351 9999.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.