RM.id Rakyat Merdeka - Ekonomi dunia tertekan imbas perang Amerika Serikat dengan Iran yang belum juga usai. Di tengah kondisi ini, alhamdulillah bank-bank di Indonesia berada dalam kondisi baik.
Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Zulverdi mengatakan, kondisi perbankan nasional masih menjadi salah satu penopang perekonomian dalam menghadapi tekanan global. Ketahanan tersebut tidak lepas dari pengalaman perbankan nasional menghadapi berbagai hantaman, mulai krisis keuangan global 2007-2008, krisis Covid-19, hingga perang di Rusia dan Timur Tengah.
“Kenapa ekonomi kita bertahan padahal tekanannya luar biasa? Alhamdulilah, ya karena bank kita kuat,” kata Doddy, dalam Lampung Financial Festival, Minggu (6/9/2026).
Doddy mengatakan, salah satu kunci ekonomi Indonesia mampu bertahan melewati berbagai krisis dalam tiga dekade terakhir adalah kondisi perbankan yang kuat. Bank memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi, mulai dari menghimpun dana masyarakat, menyediakan pembiayaan, hingga memfasilitasi sistem pembayaran.
“Jadi, kita mengumpulkan uang dari penghasilan dan menyimpannya di bank. Ini yang terpenting," kata Doddy.
Baca juga : Dunia Terancam Badai, Banjir & Kekeringan
Ia melanjutkan, perbankan masih menjadi sumber pembiayaan terpenting bagi perekonomian Indonesia. Kemudian, bank juga menjadi fasilitator sistem pembayaran.
“Kalau banknya tidak dapat menjalankan fungsinya, ekonomi akan ambruk,” ujarnya.
Karena itu, kata dia, stabilitas perbankan penting demi menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah tekanan eksternal. Menjaga stabilitas perbankan ini menjadi bagian dari peran LPS untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
"Itulah kenapa perbankan sangat penting, dan itu masuk dalam peran LPS," pungkasnya.
Sejauh ini, tekanan global masih sangat teras terhadap ekonomi dunia. Di dalam negeri, nilai tukar rupiah masih fluktuatif. Pada penutupan perdagangan Jumat (4/9/2026), rupiah berada di level Rp 17.642 per dolar AS. Angka ini naik tipis dibanding pada pembukaan perdagangan Senin (31/8/2026), di level 17.748 per dolar AS.
Baca juga : Banyak Siswa Keracunan MBG, Wamenkes: Belum Masuk Status KLB
Di sisi lain, harga minyak dunia terus bergerak naik seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Sampai saat ini, harga minyak dunia tidak mau jauh-jauh di rentang angka 90-100 dolar AS per barel.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, pergerakan nilai tukar pada dasarnya dipengaruhi keseimbangan antara pasokan dan permintaan valuta asing. Semakin besar pasokan valuta asing, rupiah berpeluang menguat. Sebaliknya, ketika permintaan dolar meningkat, rupiah akan mengalami tekanan.
“Kalau kita bicara nilai tukar, itu sama seperti berbicara supply demand ya,” kata Filianingsih, dalam Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, pasokan valuta asing antara lain berasal dari kegiatan ekspor dan investasi asing. “Kalau ada inflow, ada orang asing membeli surat berharga kita atau melakukan penanaman di dalam negeri, itu juga akan menambah,” ujarnya.
Sebaliknya, permintaan terhadap dolar AS meningkat ketika Indonesia melakukan impor barang maupun jasa. Arus dana keluar atau outflow juga dapat meningkatkan kebutuhan valuta asing.
Baca juga : Marak Gempa & Gunung Erupsi, BMKG Minta Warga Tidak Cemas
Selain pasokan dan permintaan, Filianingsih menyebut, kondisi fundamental ekonomi dan sentimen global turut memengaruhi pergerakan rupiah. Ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong kenaikan harga minyak sekaligus meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar.
“Pada saat ada perang di Timur Tengah, minyaknya naik, maka harga dolar AS juga akan meningkat,” paparnya.
Filianingsih menjelaskan, nilai tukar merupakan harga mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Karena itu, perubahan pasokan dan permintaan dolar akan berpengaruh terhadap pergerakan rupiah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.