Produksi Mulai Masuk Musim Gadu
Pengamat pangan Khudori menilai, kondisi pasokan beras perlu dicermati karena produksi mulai memasuki periode musim gadu, yakni Juni-September 2026. Sebab, sejumlah ritel modern mengalami kesulitan memperoleh beras premium karena stok di tingkat produsen dan penggilingan mulai menipis.
Berdasarkan data produksi Gabah Kering Giling (GKG) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras pada Juni 2026 mencapai 4,29 juta ton, kemudian naik menjadi 4,79 juta ton pada Juli dan 5,63 juta ton pada Agustus. Pada September diproyeksikan mencapai 5,83 juta ton.
Baca juga : Diingatkan Tak Asbun Lempar Wacana, Dishub Tarik Usulan Kenaikan Tarif Parkir
Angka tersebut masih jauh di bawah produksi pada puncak panen. Produksi GKG pada Maret mencapai 8,71 juta ton dan April 7,63 juta ton.
Karena itu, menurut Khudori, penyaluran SPHP harus terus dijaga, terutama dari sisi kelancaran distribusinya. Berdasarkan pola penyaluran, distribusi SPHP pada hari kerja berada di kisaran 7-8 ribu ton per hari. Sementara pada akhir pekan hanya sekitar 1-2 ribu ton per hari.
“Ujung-ujungnya, aliran harian beras SPHP tetap tidak nendang,” kata Khudori.
Baca juga : Jungkirbalikkan Napoli, Inter Menghibur Italia
Data Bulog per 31 Agustus 2026 menunjukkan, realisasi SPHP telah mencapai 731,23 ribu ton dari target 828 ribu ton. Penyaluran terbesar dilakukan melalui instansi pelaksana GPM sebanyak 275,6 ribu ton atau 37,69 persen.
Berikutnya melalui Rumah Pangan Kita (RPK) sebanyak 171,1 ribu ton atau 23,4 persen, pengecer pasar tradisional 168,5 ribu ton atau 23,04 persen, gerai pangan pemerintah daerah dan koperasi 68,5 ribu ton atau 9,4 persen.
Sementara penyaluran melalui ritel modern baru mencapai 23,6 ribu ton atau sekitar 3,2 persen.
Baca juga : Fabio Di Giannantonio, Belum Bisa Move On Dari Racing Team VR46
Menurut Khudori, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian jika harga beras terus mengalami tekanan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah volume beras yang dialirkan melalui program SPHP belum cukup besar untuk memengaruhi kondisi pasar secara signifikan.
“Bisa jadi aliran volumenya terlalu sedikit. Kalau harga beras tetap naik, alirannya perlu ditambah,” ujarnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.