BREAKING NEWS
 

Inalum Perkuat Penanganan Karhutla Di Mempawah, 60 Relawan MIND ID Dikerahkan

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 7 September 2026 09:03 WIB
Foto: Inalum

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang merupakan wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

BAI merupakan anak usaha Inalum dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang mengoperasikan smelter grade alumina refinery (SGAR) beserta fasilitas pendukungnya di wilayah tersebut.

Sejak 24 Agustus 2026, Inalum dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, unsur pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat setempat melakukan pengendalian dan pemadaman di sejumlah titik api.

Upaya tersebut terus diperkuat karena sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus, yakni api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di atas permukaan telah padam.

Pada Jumat (4/9/2026), Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Maroef Sjamsoeddin mengoordinasikan pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID untuk memperkuat tim yang telah bekerja di lapangan.

Baca juga : Tol Palembang-Prabumulih Ditutup, Asap Karhutla Belum Reda

Personel tersebut merupakan gabungan dari Inalum, Antam, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Maroef mengatakan penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak sehingga Grup MIND ID turut hadir membantu masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian karhutla.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, Jumat (4/9/2026).

Adsense

Selain pengerahan personel, penguatan penanganan di lapangan dilakukan melalui penyediaan perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, serta dukungan medis bagi relawan dan masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut juga mencakup fasilitas kesehatan darurat dan alat pelindung diri, termasuk tambahan satu unit mobil pemadam kebakaran dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk mendukung keselamatan relawan dan masyarakat di lokasi.

Baca juga : Hotspot Karhutla Di 6 Provinsi Turun, Kemenhut Tetap Siaga

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional.

“Kehadiran tim di lapangan tidak hanya diarahkan pada proses pemadaman, tetapi juga membantu mencegah penyebaran api dan mengurangi potensi dampak karhutla yang lebih luas,” katanya.

Menurut dia, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya sehingga Inalum berupaya bergerak bersama pihak-pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan dalam menangani situasi darurat.

“Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Melati.

Sementara itu, Direktur Utama BAI Darwin Saleh Siregar mengatakan penanganan karhutla di Mempawah membutuhkan upaya yang tidak sederhana karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut.

Baca juga : Polri Usut Penyebab Karhutla, 112 Orang Jadi Tersangka

“Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” ujarnya.

Melalui sinergi dengan Grup MIND ID, pemerintah, aparat, dan masyarakat setempat, Inalum berkomitmen terus mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Sebagai bagian dari Grup MIND ID, Inalum menilai semangat kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui pencapaian dan pertumbuhan bersama, tetapi juga dengan hadir dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan serta kondisi darurat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense