BREAKING NEWS
 

Cegah Dampak Bencana Terhadap Warga

Pemerintah Perkuat Mitigasi, Jaga Aktivitas Perekonomian

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 13 September 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber BPMI Sekretariat Presiden RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat mitigasi dan pemantauan dampak bencana untuk mencegah gangguan terhadap aktivitas ekonomi. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung berapi, serta kekeringan akibat El Nino berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kontraksi ekonomi akibat bencana diperkirakan terjadi di wilayah yang terdampak langsung.

“Pemerintah saat ini masih menghitung sektor dan aktivitas ekonomi yang mengalami gangguan akibat karhutla dan kekeringan di berbagai provinsi,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Airlangga, Pemerintah juga memantau dampak erupsi lima hingga enam gunung berapi di Indonesia terhadap aktivitas masyarakat. Pasalnya, penurunan mobilitas yang terjadi di masyarakat tersebut berpotensi mempengaruhi kegiatan ekonomi di wilayah sekitar bencana.

Baca juga : Bantah Kabar Hubungannya Retak, Farhan Masih Kasih Tugas Ke Wakilnya

Gangguan juga mulai dirasakan sektor logistik, terutama penerbangan. Sejumlah bandara harus menyesuaikan atau menghentikan operasional akibat abu vulkanik. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap pengangkutan kargo yang menjadi bagian dari rantai distribusi.

Pemerintah masih menghitung besaran dampak ekonomi. Termasuk dengan mempertimbangkan durasi pembatasan operasional penerbangan.

Di tengah potensi gangguan tersebut, Pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi El Nino dengan memastikan keberlanjutan program bantuan pangan. Salah satunya bantuan beras yang sebelumnya disalurkan hingga September 2026.

Airlangga mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar bantuan beras dilanjutkan selama tiga bulan berikutnya, yakni Oktober, November dan Desember 2026.

Baca juga : UMKM Binaan BSI Bersiap Ekspor Sambal Ke Jepang

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran transportasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menerbitkan Surat Edaran Nomor SE-MHB 4 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Sarana dan Prasarana Transportasi dari Bahaya Kebakaran Hutan di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

Menurut Dudy, dampak karhutla dapat menurunkan jarak pandang dan mengganggu kualitas udara. Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan, keamanan dan kelancaran operasional transportasi.

“Karena itu, saya menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub mewaspadai dan memitigasi risiko dampak karhutla pada sektor transportasi,” ujar Dudy di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Adsense

Baca juga : Petugas DKI Cek Langsung Ekonomi Penerima Bansos

Mitigasi dilakukan pada seluruh moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense