BREAKING NEWS
 

Perkuat Ketahanan Energi

Penuhi Kebutuhan BBM, Pemerintah Siapkan E50

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 19 September 2026 06:10 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia (kanan) bersama anggota DEN Satya Widya Yudha usai mengikuti Sidang Paripurna DEN yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sidang tersebut membahas isu strategis sektor energi nasional, antara lain penguatan kemandirian energi nasional. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A/KYE

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan program campuran etanol 50 persen atau E50 untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari dalam negeri. Penyusunan program tersebut dilakukan dengan mempelajari pelaksanaan biodiesel 50 persen atau B50.

Arahan penyusunan program E50 disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) pertama 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sidang tersebut membahas arah kebijakan dan ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Pemerintah diminta mempelajari keberhasilan program B50 untuk menjadi acuan dalam penyusunan E50.

“Arahan Bapak Presiden seperti itu. Kami diminta segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk membangun E50,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Kamis (17/9/2026).

Baca juga : RI Target Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Menurutnya, kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan BBM dari dalam negeri.

Saat ini, konsumsi solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun. Sedangkan konsumsi bensin berada pada kisaran 39 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun.

Adsense

Selain menyiapkan E50, Pemerintah mendorong peningkatan produksi minyak melalui eksplorasi cekungan dan blok-blok baru, serta optimalisasi sumur-sumur tua dengan dukungan teknologi.

Bahlil mengatakan, sekitar 45.000 sumur tua yang dimiliki Indonesia akan diintervensi menggunakan teknologi. Pengelolaannya juga akan dilakukan secara profesional untuk mencegah pelanggaran dalam pengelolaan produksi.

Baca juga : Vicky Shu, Pantang Gengsi Jemput Rezeki

Optimalisasi sekitar 45.000 sumur tua tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak nasional. Pemerintah juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya secara profesional agar peningkatan produksi dapat berjalan optimal.

Dari sisi kelembagaan, Pemerintah juga menyiapkan pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas. Badan tersebut nantinya berada dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Bahlil mengatakan, regulasi yang disiapkan perlu memperkuat kewenangan BUK, khususnya dalam aspek perizinan. Hal itu diperlukan agar proses perizinan lintas sektor tidak menghambat peningkatan lifting minyak nasional.

Rangkaian kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dan pemanfaatan sumber energi domestik.

Baca juga : PDIP Akan Diajak Bahas RUU Pemilu

“Penyusunan E50, eksplorasi sumber minyak baru, serta optimalisasi sumur tua disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri,” pungkasnya. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 19 September 2026 dengan judul "Perkuat Ketahanan Energi Penuhi Kebutuhan BBM, Pemerintah Siapkan E50"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense