Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
- Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
- Rampung Tahap II, 20 Hari Lagi Eks Jampdisus Febrie Disidangkan
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor PT Summarecon Agung di Jaktim
- 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
Perkuat Ketahanan Energi
Penuhi Kebutuhan BBM, Pemerintah Siapkan E50
Sabtu, 19 September 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan program campuran etanol 50 persen atau E50 untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari dalam negeri. Penyusunan program tersebut dilakukan dengan mempelajari pelaksanaan biodiesel 50 persen atau B50.
Arahan penyusunan program E50 disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) pertama 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sidang tersebut membahas arah kebijakan dan ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Pemerintah diminta mempelajari keberhasilan program B50 untuk menjadi acuan dalam penyusunan E50.
“Arahan Bapak Presiden seperti itu. Kami diminta segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk membangun E50,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Kamis (17/9/2026).
Baca juga : RI Target Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
Menurutnya, kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan BBM dari dalam negeri.
Saat ini, konsumsi solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun. Sedangkan konsumsi bensin berada pada kisaran 39 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun.
Selain menyiapkan E50, Pemerintah mendorong peningkatan produksi minyak melalui eksplorasi cekungan dan blok-blok baru, serta optimalisasi sumur-sumur tua dengan dukungan teknologi.
Bahlil mengatakan, sekitar 45.000 sumur tua yang dimiliki Indonesia akan diintervensi menggunakan teknologi. Pengelolaannya juga akan dilakukan secara profesional untuk mencegah pelanggaran dalam pengelolaan produksi.
Baca juga : Vicky Shu, Pantang Gengsi Jemput Rezeki
Optimalisasi sekitar 45.000 sumur tua tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak nasional. Pemerintah juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya secara profesional agar peningkatan produksi dapat berjalan optimal.
Dari sisi kelembagaan, Pemerintah juga menyiapkan pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas. Badan tersebut nantinya berada dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Bahlil mengatakan, regulasi yang disiapkan perlu memperkuat kewenangan BUK, khususnya dalam aspek perizinan. Hal itu diperlukan agar proses perizinan lintas sektor tidak menghambat peningkatan lifting minyak nasional.
Rangkaian kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dan pemanfaatan sumber energi domestik.
Baca juga : PDIP Akan Diajak Bahas RUU Pemilu
“Penyusunan E50, eksplorasi sumber minyak baru, serta optimalisasi sumur tua disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri,” pungkasnya. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 19 September 2026 dengan judul "Perkuat Ketahanan Energi Penuhi Kebutuhan BBM, Pemerintah Siapkan E50"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya