BREAKING NEWS
 

Gencar Bangun Rusun Berkonsep TOD Untuk MBR

Perumnas Perluas Hunian Bersubsidi Di Perkotaan

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 23 September 2026 06:45 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan. (Foto: Instagram/perumnas.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perumnas memperluas hunian subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di perkotaan. Hunian dikembangkan dengan harga terjangkau, dekat transportasi publik dan pusat aktivitas masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), hunian vertikal, hingga revitalisasi rumah susun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan, keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan hunian menjadi tantangan dalam penyediaan rumah bagi MBR di kawasan perkotaan.

“Penyediaan hunian MBR juga membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif,” ujar Imelda dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Menurut Imelda, keterjangkauan hunian tidak hanya ditentukan harga rumah, tetapi juga total cost of living yang mencakup biaya transportasi, waktu perjalanan, serta akses terhadap fasilitas dan pusat kegiatan.

Karena itu, Perumnas mengembangkan kawasan TOD dengan mengintegrasikan hunian dan transportasi publik. Dengan konsep tersebut, masyarakat dapat memperoleh akses mobilitas menuju pusat bisnis, pendidikan, perdagangan, maupun fasilitas perkotaan lainnya.

Baca juga : Hengkang Dari PKB, Wali Kota Cimahi Jadi Ketua DPD II Golkar

Sejumlah kawasan TOD Perumnas juga telah menyediakan alokasi hunian subsidi bagi MBR.

Di Samesta Mahata Tanjung Barat, Jakarta, misalnya, tersedia 256 unit hunian subsidi. Kemudian Samesta Mahata Margonda, Depok, Jawa Barat, sebanyak 182 unit dan Samesta Mahata Serpong, Tangerang, Banten, sebanyak 330 unit.

Menurutnya, hunian yang terjangkau bagi MBR tidak cukup hanya diukur dari harga rumah.

“Lokasi, akses terhadap transportasi publik, serta biaya dan waktu perjalanan sehari-hari juga menentukan keterjangkauan yang sesungguhnya,” terangnya.

Adsense

Selain kawasan TOD, Perumnas juga mengembangkan hunian subsidi di sejumlah lokasi strategis melalui Samesta Sentraland Cengkareng, Jakarta; Samesta Grand Sentraland Karawang, Jawa Barat; Samesta Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan; proyek Jatim II Pasuruan, Jawa Timur; dan proyek Cirebon, Jawa Barat.

Hunian tersebut dikembangkan dengan akses terhadap berbagai fasilitas dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Baca juga : Kalijodo Segera Dipermak Jadi Ruang Publik Nyaman

Komitmen serupa diwujudkan melalui Samesta Alonia Jakarta di Kemayoran. Sebanyak 609 unit dikembangkan sebagai hunian subsidi vertikal untuk memberikan alternatif hunian yang lebih terjangkau dan dekat dengan pusat aktivitas perkotaan.

“Hal ini sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang semakin terbatas di Jakarta,” katanya.

Menurut Imelda, konsep hunian vertikal tersebut juga memberikan alternatif bagi kelompok milenial dan generasi muda yang membutuhkan hunian di kawasan dengan konektivitas yang baik.

Selain membangun kawasan baru, Perumnas turut melakukan revitalisasi rumah susun di kawasan perkotaan, antara lain Tanah Abang dan Klender, Jakarta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari optimalisasi aset Perumnas, sekaligus penataan kembali kawasan hunian di Tanah Abang dan Klender.

“Revitalisasi rusun menghadirkan kawasan hunian yang lebih berkualitas, modern, aman, serta dapat menjadi katalis bagi terbentuknya kembali aktivitas sosial dan ekonomi,” ucapnya.

Baca juga : Era Baru Mancini Dimulai

Imelda berharap kawasan yang dikembangkan Perumnas tidak hanya menyediakan lebih banyak hunian subsidi bagi masyarakat perkotaan, tetapi juga menjadi ruang aktivitas yang menopang perekonomian warga.

“Perumnas ingin agar MBR tidak selalu dihadapkan pada pilihan antara rumah yang terjangkau tetapi jauh dari pusat aktivitas, atau lokasi yang strategis tetapi tidak terjangkau,” ujarnya.

Ia optimistis berbagai langkah tersebut kian memperkuat kontribusi Perumnas dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, khususnya melalui pengembangan hunian subsidi bagi MBR.

“Yakni, melalui pengembangan kawasan yang tidak hanya layak huni, tetapi juga terjangkau, terkoneksi dan dekat dengan pusat aktivitas perkotaan,” tutup Imelda. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense