Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Mancini ingin Italia segera mendominasi dengan sekelompok anak muda yang berpengalaman. Dia tidak ingin lagi mengecewakan para suporter.
Era baru Italia besutan Roberto Mancini resmi dimulai. Mancini membuka periode keduanya sebagai pelatih Gli Azzurri dengan memimpin persiapan tim di Coverciano, kemarin.
Dalam konferensi pers pertamanya, Mancini langsung menegaskan ambisinya untuk membawa Italia kembali ke level yang seharusnya. Ia juga mengisyaratkan adanya perubahan pendekatan dengan memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda.
“Saya di sini untuk menang. Saya tidak pernah memulai dengan tujuan kalah,” kata Mancini.
Mancini menyebut dirinya ingin membangun Italia yang mampu bermain agresif, menguasai pertandingan, dan memberikan hiburan kepada suporter.
Baca juga : F1 Sepakati Pangkas Jarak Balapan 15 Km
“Saya ingin tim yang mendominasi, bermain bagus dan selalu memberikan yang terbaik. Kami memulai dengan tujuan menang,” ujarnya.
Gelombang pertama pemanggilan skuad memperlihatkan keseriusan Mancini melakukan regenerasi. Dari 34 pemain yang dipanggil, terdapat sembilan pemain yang mendapatkan kesempatan pertama bersama tim senior Italia.
Mereka adalah kiper Massimo Pessina, bek Daniele Ghilardi, Michael Kayode dan Eddy Kouadio, gelandang Issa Doumbia serta Alessandro Romano, kemudian penyerang Sebastiano Esposito, Antonio Vergara dan Mohamed Alì Zoma.
Mancini juga kembali memanggil Nicolo Fagioli dan Nicolo Zaniolo setelah keduanya terakhir memperkuat Italia pada Oktober 2024. Rolando Mandragora juga kembali masuk skuad setelah terakhir membela Gli Azzurri pada Maret 2021.
Namun, komposisi skuad mengalami perubahan menjelang pemusatan latihan. Federico Dimarco dan Bryan Cristante harus dicoret karena kondisi kebugaran, lalu digantikan Matteo Ruggeri dan Samuele Ricci.
Baca juga : Utang BLBI Lunas, Obligornya Masih Diburu Pemerintah
Mancini tidak sepenuhnya meninggalkan pemain berpengalaman. Nama-nama seperti Gianluigi Donnarumma, Alessandro Bastoni, Giovanni Di Lorenzo, Nicolo Barella dan Sandro Tonali tetap menjadi bagian.
“Saya berharap pemain berpengalaman membantu memasukkan pemain muda. Sementara pemain muda harus memberikan semua yang mereka punya,” tukas Mancini.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Mancini membentuk kembali tim setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Ia mengakui kekecewaan suporter merupakan sesuatu yang harus diterima dan dijawab melalui performa di lapangan.
“Ketika seorang suporter merasa dikhianati, dia berhak marah. Kami harus melakukan semuanya dengan baik dan membawa tim nasional kembali ke tempat yang seharusnya,” tutur eks pelatih Inter Milan itu.
Namun, Mancini menyadari dirinya tidak memiliki banyak waktu untuk membangun tim. Italia akan langsung menghadapi empat pertandingan resmi dalam rentang hanya 11 hari. Ujian pertama era kedua Mancini akan datang saat Italia menghadapi Belgia di Stadion Olimpico, Roma, Jumat (25/9/2026).
Baca juga : Syarat Nyapres Minimal Diusung 2 Fraksi, Setuju?
Tiga hari kemudian, Italia bertandang ke Bursa untuk menghadapi Turki. Setelah itu, tantangan berat menanti ketika Gli Azzurri melawan Prancis di Stade de France, Saint-Denis, pada 2 Oktober.
Italia kemudian menutup rangkaian pertandingan internasional ini dengan kembali menghadapi Turki di Bologna pada 5 Oktober. “Kami harus menang dan secepat mungkin kembali naik dalam ranking,” tegasnya.
Dengan demikian, era kedua Mancini bukan sekadar nostalgia atas keberhasilannya membawa Italia menjuarai Euro 2020. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya