RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan fisik 26.661 untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah rampung. Memiliki fasilitas itu, target kiprah koperasi itu menggerakkan ekonomi desa diharapkan berjalan lebih baik.
PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas fisik 26.661 KDKMP telah rampung 100 persen.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, seluruh progres pengerjaan fasilitas fisik KDKMP dilaporkan kepada Pemerintah secara berkala, seiring dengan selesainya pembangunan unit koperasi di lapangan. “Per Selasa (29/9/2026) sebanyak 26.661 yang selesai 100 persen, sudah saya serahkan,” kata Joao usai rapat di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026).
Setelah pembangunan fisik rampung, Joao meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelesaikan pembayaran cicilan utang pembangunan KDKMP. Menurutnya, persoalan skema dan mekanisme pembayaran cicilan kepada bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kemenkeu.
Sementara Agrinas, kata Joao, berfokus menyelesaikan pekerjaan konstruksi fisik KDKMP.
Baca juga : Bongkar & Usut Penipuan Rekrutmen Petugas PJLP
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mencatat, kewajiban pembiayaan tahap awal KDKMP mencapai Rp 37 triliun.
“Terkait pembayaran untuk KDMP, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026, nanti Kemenkeu akan membayar setelah adanya tagihan dari Himbara (Himpunan Bank Negara),” kata Wira di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dengan demikian, pencairan dana menunggu surat tagihan dari konsorsium bank pelat merah tersebut.
Nufransa memastikan alokasi dana untuk pembayaran cicilan telah tersedia. Namun, penyerahan aset memerlukan verifikasi dokumen Berita Acara Serah Terima dari Agrinas dan Kementerian Koperasi (Kemenkop), yang kemudian ditinjau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Kami senantiasa bekerja sama juga dengan kementerian dan lembaga terkait, hingga nanti pada saat pembayarannya akan terus terjaga transparansi dan juga akuntabilitasnya,” ucapnya.
Baca juga : Italia Menang Tanpa Pesona
Rampungnya bangunan KDKMP belum otomatis menjamin koperasi siap beroperasi sebagai entitas bisnis. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, Pemerintah perlu memastikan aspek administratif dan pengelolaan koperasi telah disiapkan.
“Bukan hanya soal gerai yang sudah berdiri. Tetapi asetnya harus jelas, siapa yang bertanggung jawab atas operasional, pembiayaan, modal kerja hingga produk,” terang Yusuf kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Yusuf mengingatkan Pemerintah perlu membedakan kesiapan fisik, kelembagaan, dan komersial. Dengan begitu, pembukaan gerai KDKMP tidak berhenti sebagai seremoni. Tapi juga menjadi awal kegiatan usaha yang dapat berjalan berkelanjutan.
Menurut Yusuf, Agrinas dapat ditempatkan sebagai jembatan antara kebijakan Pemerintah pusat dan koperasi di desa.
“Jika dikelola dengan transparan, perannya bisa mengubah pola distribusi yang selama ini panjang dan mahal, menjadi langsung dari penyalur ke masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : Marquez Patahkan Kutukan Mandalika
Pengamat ketahanan pangan Dwi Andreas Santoso juga berharap, Agrinas tidak berhenti pada pembangunan bangunan fisik KDKMP.
Menurutnya, koperasi perlu mengintegrasikan pasokan barang subsidi dengan penyerapan hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, KDKMP tidak hanya menjadi tempat penjualan, tetapi dapat berperan sebagai penggerak ekonomi desa.
“Ini visi yang ambisius. Namun butuh koordinasi kuat dengan Bulog, Badan Pangan Nasional, serta Pemerintah daerah agar arus barang lancar dan tidak terjadi tumpang tindih peran,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.