BREAKING NEWS
 

Belajar dari Militer, Pengusaha Dituntut Tenang dan Adaptif

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 8 Oktober 2026 19:41 WIB
Komandan PMPP Mayjen Iwan Bambang Setiawan memberikan materi dalam pembelajaran Kecerdasan Militer untuk Kepemimpinan Bisnis di hadapan 200 pengusaha SyaREA World dan penerusnya. (Foto: Dok. SyaREA World)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemampuan menghadapi ketidakpastian menjadi salah satu kualitas penting dalam kepemimpinan bisnis. Bagi dunia usaha, perubahan pasar dan berbagai situasi yang tidak selalu berjalan sesuai rencana menuntut pemimpin memiliki cara berpikir yang tajam sekaligus kemampuan mengambil keputusan secara tepat.

Perspektif tersebut menjadi salah satu pembelajaran dalam pertemuan khusus Keluarga Besar SyaREA World bertema “Kecerdasan Militer untuk Kepemimpinan Bisnis”, di Masjid Baret Biru Al-Mujahidin, Markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026)

Kegiatan diikuti sekitar 200 pengusaha Anggota SyaREA World bersama anak-anak lelaki mereka. Kegiatan mempertemukan pengalaman dunia usaha dengan nilai-nilai kepemimpinan yang dibangun dalam lingkungan militer.

Para peserta mengenakan kemeja putih, peci hitam, dan sarung. Dari kawasan Sentul, mereka menuju lokasi kegiatan menggunakan bus TNI dan truk PMPP. Satu rombongan peserta bahkan datang menggunakan bus dari Lampung.

Membaca Situasi, Menentukan Langkah

Komandan PMPP TNI Mayjen Iwan Bambang Setiawan mengatakan, kemampuan membaca situasi merupakan bagian penting dari kecerdasan seorang pemimpin. Menurutnya, kondisi yang berubah tidak boleh membuat pemimpin kehilangan ketenangan dalam menentukan langkah.

“Kecerdasan yang paling penting adalah kemampuan membaca situasi, mengolah informasi, dan beradaptasi terhadap perubahan. Dalam dunia usaha maupun militer, situasi tidak selalu sesuai rencana, sehingga pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengambil langkah yang tepat untuk mencapai tujuan,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (8/10/2026).

Iwan menekankan pentingnya kemampuan mengubah hasil pemikiran menjadi keputusan dan tindakan. Bagi seorang pemimpin, kemampuan melihat peluang harus diikuti keberanian memperhitungkan risiko dan menentukan langkah.

Baca juga : Bocorin Info Rahasia, Menhan AS Diselidiki

“Melihat peluang saja tidak cukup. Seorang pemimpin harus mampu mengolah informasi, memperhitungkan risiko, berani mengambil keputusan dan mengubah keputusan menjadi Tindakan,” terangnya.

Ketika kondisi berubah, lanjutnya, seorang pemimpin tidak harus mempertahankan cara yang sama. Yang perlu dijaga adalah arah dan tujuan yang hendak dicapai. “Cara boleh disesuaikan, tapi tujuan harus tetap dijaga,” tegasnya. 

Kecerdasan Harus Berujung pada Tindakan

Gagasan mengenai kemampuan berpikir tersebut diperdalam Syamsul Safin, Founder SyaREA World, melalui materi “Kecerdasan Militer untuk Kepemimpinan Bisnis”. Syamsul menjelaskan, kecerdasan berkaitan dengan kemampuan mengamati kenyataan secara teliti dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang dimiliki.

Ia menekankan, kecerdasan bukan semata-mata persoalan pendidikan formal, tetapi kekuatan dalam memahami kenyataan. “Kecerdasan adalah kekuatan untuk mengamati dan menghubungkan pengetahuan dengan kenyataan,” ujarnya.

Dalam konteks pengusaha, kemampuan tersebut diperlukan agar keputusan tidak lahir hanya dari asumsi atau pengalaman masa lalu. Pengusaha perlu mengamati perubahan, memperkaya pengetahuan, menghubungkan berbagai informasi, lalu mengubah hasil pemikiran menjadi tindakan.

Materi Syamsul juga membedakan medan penerapan kecerdasan militer dan kecerdasan sipil. Kecerdasan militer digunakan dalam konteks pertahanan dan keamanan, sementara kecerdasan sipil digunakan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Namun, keduanya sama-sama menuntut kesungguhan berpikir, pembelajaran terus-menerus, dan kemampuan mencari cara lain ketika suatu cara tidak berhasil.

Adsense

Dalam konteks bisnis, prinsip tersebut menempatkan kemampuan berpikir sebagai bagian dari daya tahan seorang pengusaha menghadapi perubahan.

Baca juga : Militer Kanada Dan PMPP TNI Dorong Pentingnya Perempuan Di Militer

“Pengusaha perlu berpikir cemerlang untuk bangkit, tetapi pikiran itu harus diwujudkan dalam usaha nyata,” ujarnya.

Menyiapkan Generasi Penerus

Kehadiran anak-anak lelaki para pengusaha dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari konsep SyaREA World. Pembelajaran tidak hanya diarahkan kepada pengusaha senior, tetapi juga kepada generasi yang kelak akan meneruskan kepemimpinan bisnis keluarga. 

Mayjen Iwan menilai, keberlanjutan usaha membutuhkan karakter yang kuat di samping kemampuan finansial dan keterampilan bisnis. Nilai-nilai seperti ketegasan, kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, dan kerja sama dinilai dapat menjadi bekal bagi generasi penerus.

“Membangun bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan finansial dan skill, tetapi juga karakter. Nilai seperti ketegasan, kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, dan kerja sama dapat menjadi bekal bagi generasi penerus untuk menjadi pemimpin yang mempunyai karakter yang kuat,” terangnya.

Perspektif tentang pentingnya generasi penerus tersebut juga menjadi alasan Amiril Mukminin, Owner & CEO PT Generasi Emas Abadi (GEA) ikut memberikan dukungan utama pada event tersebut.

Menurut Amiril, persoalan bisnis keluarga tidak berhenti pada pencapaian bisnis generasi saat ini. Tantangan berikutnya adalah memastikan adanya proses suksesi yang mampu menjaga keberlanjutan usaha.

“Tantangan terbesar dalam dunia bisnis saat ini bukan sekadar mencari profit atau memperluas pasar, tetapi bagaimana melakukan suksesi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga : Jay Singgih Minta Pengusaha Muda Adaptif Hadapi Ekonomi Global

Karena itu, GEA melihat pengenalan nilai kedisiplinan, ketegasan, dan tanggung jawab kepada generasi muda sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bisnis keluarga. “Ketika kami membawa anak-anak lelaki ke Markas PMPP TNI, tujuannya jelas, mewariskan mentalitas pejuang,” jelasnya.

Belajar di Masjid Baret Biru Al Mujahidin

Kegiatan berlangsung di Masjid Baret Biru Al-Mujahidin, salah satu dari dua masjid yang berada di lingkungan Markas PMPP TNI. Masjid tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian, dengan pekerjaan akhir antara lain pemasangan keramik dan finishing. Keunikan masjid tersebut terletak pada bentuk kubah yang mengambil inspirasi dari baret biru, identitas pasukan penjaga perdamaian.

Bagi peserta, lokasi kegiatan memberikan pengalaman tersendiri karena pembelajaran kepemimpinan berlangsung di lingkungan PMPP TNI sekaligus di ruang ibadah. Amiril melihat perpaduan antara pembelajaran kepemimpinan, lingkungan militer, dan masjid sebagai bagian penting dari pesan kegiatan.

“Kekuatan strategi duniawi harus selalu disandarkan pada nilai spiritual. Hal ini menjadi paket lengkap untuk memperkuat mental kepemimpinan sekaligus mengingatkan kembali niat dalam menjalankan bisnis,” paparnya.

Sinergi SyaREA World, PMPP TNI, dan GEA dalam kegiatan ini pada akhirnya membawa pesan bahwa kepemimpinan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca peluang, tetapi juga ketajaman berpikir, karakter, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil tindakan.

Sebagaimana dirumuskan Syamsul Safin dalam materinya: “Akal adalah alatnya, berpikir adalah kerjanya, dan kecerdasan adalah mutu kerja itu”.

Bagi para pengusaha dan generasi penerusnya, pembelajaran tersebut menjadi bekal untuk menghadapi dunia bisnis yang terus berubah. Yakni kemampuan untuk membaca kenyataan dengan jernih, berpikir mendalam, mengambil keputusan, lalu bergerak mencapai tujuan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense