BREAKING NEWS
 

Bahan Organik Di Sekitar Kebun, Peluang Menghemat Biaya Sawit

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 19 Oktober 2026 16:21 WIB
Pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik bagi 130 pekebun sawit Kabupaten Simalungun di Medan, 12–17 Oktober 2026.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pekebun kelapa sawit dapat memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar kebun sebagai pupuk alternatif untuk menekan biaya produksi sekaligus memperbaiki kesuburan tanah. Pengolahan yang tepat membuat bahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan memiliki nilai ekonomi bagi usaha perkebunan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi 130 pekebun Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Medan ini diselenggarakan PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Badan Penyuluhan serta Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah bahan organik menjadi pupuk, termasuk cara mengaplikasikannya sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

Kepala Divisi Produksi PT RPN, Heri Santoso, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pekebun agar mampu mengelola perkebunan secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan kesuburan tanah melalui penerapan teknik budidaya yang tepat.

Baca juga : BPDP Perkenalkan Produk UMKM Perkebunan Di INACRAFT 2026

Menurutnya, pupuk organik tidak hanya berperan dalam menyediakan unsur hara, tetapi juga membantu memperbaiki kondisi fisik, kimia, dan biologi tanah. Pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar kebun juga membuka peluang bagi pekebun untuk mengurangi sebagian kebutuhan sarana produksi dari luar kebun.

Pemanfaatan bahan organik menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan perkebunan yang lebih efisien. Selain memberikan manfaat bagi tanaman, pengolahan bahan tersebut dapat mengurangi potensi limbah di sekitar kebun.

Adsense

Namun, penggunaan pupuk organik harus memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, tingkat kematangan pupuk, hingga teknik aplikasinya. Pupuk organik juga tidak sepenuhnya menggantikan pupuk anorganik, melainkan digunakan secara terpadu sesuai kebutuhan tanaman, kondisi tanah, dan ketersediaan unsur hara.

Pelaksana Harian Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Tsarwah, menekankan pentingnya mempertimbangkan manfaat teknis dan ekonomi dalam pemanfaatan pupuk organik.

Baca juga : BPDP Terima 5.000 Penerima Beasiswa, Siapkan Generasi Masa Depan Perkebunan

Pekebun perlu mengevaluasi biaya pemupukan dan dampaknya terhadap produktivitas kebun. Dengan begitu, penggunaan bahan organik tidak sekadar menjadi alternatif pemupukan, tetapi juga bagian dari strategi efisiensi usaha perkebunan.

Sementara itu, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Ian Persada Bangun, mengingatkan pekebun agar mengubah pola pikir dalam pemupukan. Penggunaan pupuk organik dan anorganik perlu dilakukan secara berimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta kondisi lahan.

Ian berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang belajar, tetapi diterapkan langsung di kebun masing-masing peserta.

Ia juga mendorong peserta aktif berdiskusi dan membagikan keterampilan yang diperoleh kepada kelompok tani agar manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas.

Baca juga : BPDP Hadir di Jatim Fest 2026, Dekatkan Edukasi Perkebunan Kepada Masyarakat

Selain mengikuti pelatihan, peserta berkesempatan melakukan kunjungan lapangan ke KPUD Lestari di Kabupaten Simalungun.

Melalui peningkatan keterampilan dan pemanfaatan bahan organik lokal, pekebun diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah, mengurangi bahan yang tidak termanfaatkan, serta meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas kebun secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense