BREAKING NEWS
 

BPDP dan DJPb Sumut Kenalkan Produk UMKM Perkebunan Lewat SINARA Fest 2026

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 27 Oktober 2026 14:28 WIB
BPDP dan DJPb Sumatera Utara menggelar SINARA Fest 2026 di Medan, 22–23 Oktober, untuk mengenalkan produk UMKM berbasis komoditas perkebunan. Dok. BPDP

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara menggelar SINARA Fest 2026 di Gedung Keuangan Negara, Medan, pada 22–23 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak mengenal lebih dekat peran BPDP dalam pengelolaan dana perkebunan serta berbagai program yang dijalankan. Program tersebut meliputi pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, peremajaan, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan.

SINARA Fest 2026 juga menghadirkan workshop pembuatan kerajinan dari lidi kelapa sawit dan mini bazaar yang melibatkan UMKM lokal. Kegiatan tersebut memperkenalkan peluang pengolahan komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao menjadi produk bernilai tambah.

Plh. Kepala Kanwil DJPb Sumatera Utara Henry Rulinson Purba menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, BPDP, dan pelaku UMKM dapat memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan potensi perkebunan.

Baca juga : AKPSI Dan BPDP Dorong Pengolahan Limbah Sawit Bernilai Tambah

“Kami meyakini bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat, pencipta lapangan kerja, dan penguat ketahanan ekonomi daerah,” kata Henry.

Ia mengatakan, Sumatera Utara memiliki potensi perkebunan yang besar, mulai dari kelapa sawit, kopi, karet, hingga kakao. Potensi tersebut perlu diikuti dengan penguatan kapasitas UMKM, peningkatan nilai tambah produk, perluasan akses pasar, dan peningkatan literasi keuangan.

Sementara itu, Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP Pangihutan Siagian mengatakan, UMKM dapat menjadi penghubung antara potensi komoditas perkebunan dan kebutuhan pasar. Inovasi dalam pengolahan, peningkatan kualitas produk, desain dan kemasan, serta pemanfaatan pemasaran digital dapat membuka peluang usaha baru.

Adsense

Namun, menurut Pangihutan, UMKM perkebunan masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan pengetahuan dan teknologi produksi, akses permodalan, pemenuhan perizinan dan standar produk, serta pemasaran dan perluasan jaringan pembeli.

Baca juga : BPDP Fasilitasi Promosi Industri Perkebunan di Trade Expo Indonesia 2026

“BPDP mendukung pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program. Dalam konteks pemberdayaan UMKM ini, BPDP turut mendampingi UMKM agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan, memahami kebutuhan konsumen, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Pangihutan.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian dalam SINARA Fest 2026 adalah workshop pembuatan kerajinan dari lidi sawit. Pelatihan yang dipandu Gunawan, pemilik Sanggar Bunga Matahari sekaligus pengrajin dan instruktur handycraft, tersebut memperkenalkan pemanfaatan lidi sawit yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah.

Melalui pengolahan kreatif, bahan tersebut dapat diubah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini diharapkan memberi inspirasi dan keterampilan praktis bagi masyarakat untuk mengembangkan peluang usaha.

Selain workshop, mini bazaar memberikan kesempatan kepada UMKM lokal untuk memasarkan produk secara langsung. Pengunjung dapat mengenal beragam produk turunan komoditas perkebunan sekaligus melihat potensi pengolahan bahan baku menjadi barang yang memiliki nilai tambah.

Baca juga : Bahan Organik Di Sekitar Kebun, Peluang Menghemat Biaya Sawit

Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi perkebunan yang besar dan beragam. Komoditas seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao tidak hanya dapat dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk untuk kebutuhan sehari-hari, penunjang industri, hingga produk kreatif yang berdaya saing.

Pangihutan berharap SINARA Fest dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan membangun kemitraan. Pelaku usaha juga diharapkan terus berinovasi, memahami kebutuhan konsumen, serta memanfaatkan kanal digital untuk memperluas promosi.

“UMKM naik kelas bukan hanya berarti meningkatnya omzet, tetapi juga meningkatnya kualitas produk, tata kelola usaha, kemampuan beradaptasi, serta keberlanjutan bisnis,” tutup Pangihutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense