RM.id Rakyat Merdeka - Para pengusaha dan pemerintah kompak menjaga situasi ekonomi. Soliditas dan kekompakan itu tercermin pada pertemuan para pengurus Kadin Indonesia dengan Presiden Prabowo Subianto, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).
Pekan lalu, Kadin Indonesia menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) selama dua hari, 29-30 Oktober 2026, di Hotel Borobudur, Jakarta. Pesertanya adalah Pengurus Kadin Pusat, Pengurus Kadin Provinsi, Pengurus Kadin Kabupaten/Kota, dan Anggota Luar Biasa yang mencakup asosiasi dan himpunan dunia usaha.
Selama rakernas ini, banyak pejabat datang. Di hari pertama ada Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo. Sedangkan di hari kedua ada Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Perindustrian Sarmuji, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Beres Rapimnas, para pengusaha menghadap Presiden Prabowo di Hambalang. Di sana, mereka melaporkan hasil Rapimnas, menyampaikan komitmen dukungan terhadap program pembangunan ekonomi pemerintah, dan mendengarkan taklimat Presiden bersama Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3DMI).
Di acara ini, Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih (KMP) dan pejabat terkait. Di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Sekretaris Presiden Teddy Indra Wijaya menerangkan, dalam kegiatan ini, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie melaporkan sejumlah hasil Rapimnas ke Presiden. Di antaranya capaian investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp 2.000 triliun selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo.
Baca juga : Kursi Gibran Mulai Digoyang
"Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengusaha terhadap ekonomi nasional," kata Teddy, di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu (1/11/2026),
Kadin juga melaporkan perkembangan investasi domestik. Keterlibatan pengusaha kelas menengah telah memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
"Dunia usaha berkomitmen mendukung pengembangan industri masa depan, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal," terang Teddy.
Dalam laporannya, Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan optimisme pengusaha Indonesia terhadap prospek ekonomi nasional menguat di era pemerintahan Prabowo. Kata dia, hal tersebut tercermin dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp 2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Prabowo.
Menurut Anin, besarnya kontribusi investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam investasi menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daya tahan perekonomian di tengah ketidakpastian global.
"Kalau dilihat PMDN, itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Ini membuat daya tahan kita semakin kuat," ujar Anin.
Baca juga : Hujan Datang, Waspadai Banjir
Ia memastikan, dunia usaha berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan industri masa depan. Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan antara lain industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center) yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal cukup besar.
Anin menjelaskan, peluang dunia usaha untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional masih sangat besar. Dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai sekitar Rp 25.000 triliun, kontribusi APBN mencapai Rp 4.000 triliun. Sisanya ditopang aktivitas ekonomi lainnya oleh sektor usaha.
"Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV (Electric Vehicle), Renewable Energy, Data Center yang memang komponen lokalnya juga banyak," ungkap Anindya.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo menambahkan, Prabowo menghendaki Kadin tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha. Prabowo ingin Kadin menjadi mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaulat secara ekonomi.
“Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, investasi produktif, penguatan UMKM, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet ini.
Ia menjelaskan, dunia usaha memiliki alasan kuat untuk tetap optimistis. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026, sementara pertumbuhan triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan. Inflasi September 2026 tetap terkendali pada 3,28 persen. Fondasi ini menunjukkan ekonomi nasional tetap bergerak positif di tengah tekanan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, dan perlambatan ekonomi global.
Baca juga : Ekonomi 2026 Lebih Baik dari Era Covid & Krisis 1998
Di sektor penanaman modal, lanjut Bamsoet, realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, Rp 507,8 triliun atau 50,2 persen mengalir ke luar Pulau Jawa.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi KADIN daerah untuk lebih aktif menarik investasi, mengembangkan industri berbasis potensi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru agar pertumbuhan ekonomi semakin merata," kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini.
Bamsoet mengingatkan, salah satu pesan penting Presiden adalah perlunya memperkuat kerja sama antara pemerintah dan seluruh kekuatan ekonomi nasional. Pemerintah membutuhkan dukungan dunia usaha, begitu pula pengusaha membutuhkan kebijakan yang memberikan kepastian. Karena itu, perbedaan kepentingan maupun persaingan bisnis harus tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan bangsa yang lebih besar.
“Ketika dunia menghadapi perang, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan ketidakpastian keuangan, Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen, inovator, pengolah bahan mentah, serta pemain utama dalam perdagangan global,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.