Dark/Light Mode

Hujan Datang, Waspadai Banjir

Minggu, 1 November 2026 08:56 WIB
Banjir yang melanda Kampung Jati, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Banjir yang melanda Kampung Jati, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Indonesia. Ancaman banjir pun datang. Di Aceh dan Sumatera Utara, banjir merendam pemukiman yang berdampak pada puluhan ribu warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, Indonesia mulai memasuki musim hujan secara bertahap. Sebagian wilayah sudah diguyur hujan. Sebagian lagi diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. BMKG pun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap ke pemukiman warga.

"Dalam beberapa hari terakhir terjadi banjir di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara akibat hujan dengan intensitas tinggi," kata Berton, Jumat (30/10/2026).

Di Aceh, banjir melanda Kabupaten Gayo Lues sejak 28 Oktober. Sebanyak 400 kepala keluarga atau 1.824 jiwa di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, terdampak. 

Baca juga : Ekonomi 2026 Lebih Baik dari Era Covid & Krisis 1998

Banjir juga merendam Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Sebanyak 232 jiwa terdampak dan 112 orang di antaranya terpaksa mengungsi setelah air mencapai ketinggian sekitar 60 sentimeter.

Di Sumatera Utara, banjir terjadi di Langkat, Binjai, Deli Serdang, Medan, dan Serdang Bedagai. Di Kota Medan, 7.930 jiwa terdampak dan 2.200 rumah terendam. Di Binjai, sebanyak 3.885 jiwa terdampak. 

"Di Serdang Bedagai, pendataan awal mencatat 31 kepala keluarga dan 31 rumah terdampak, disertai kerusakan pada satu jembatan dan satu akses jalan,” jelas Berton.

Ancaman banjir turut terjadi di wilayah penyangga Jakarta. Hujan deras yang mengguyur Depok, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026), merendam Jalan Kampung Bulak Barat, Cipayung. Sebelumnya, banjir juga menggenangi SMPN 2 Depok di kawasan Pancoran Mas dengan ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter.

Mengantisipasi meningkatnya curah hujan, Pemprov DKI Jakarta mempercepat persiapan pengendalian banjir. Salah satunya melalui pengerukan sedimentasi dan normalisasi sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

Baca juga : IHSG Sedang Menurun, Semoga Bangkit Lagi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pekerjaan normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026). Ia menerangkan, kawasan Mampang dan sekitarnya termasuk daerah rawan banjir karena kondisi geografisnya berupa cekungan. Hujan dengan intensitas sekitar 100 milimeter per hari berpotensi memicu genangan di kawasan tersebut.

Selain Kali Mampang, pembenahan dilakukan di Kali Krukut, Ciliwung, Cakung Lama, dan Angke. Pengerukan saluran air, pembangunan embung, serta pemeliharaan turap juga dilakukan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir.

Pramono mengakui, banjir masih mungkin terjadi di Jakarta. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan dapat mengurangi volume genangan secara signifikan. "Mudah-mudahan apa yang direncanakan ini membawa dampak yang positif bagi Jakarta,” harapnya.

BMKG memprediksi, potensi hujan masih cukup tinggi memasuki awal November 2026. Pada periode 30 Oktober hingga 1 November, hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta.

"Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah," tulis BMKG, Jumat (30/10/2026).

Baca juga : M. Thobahul Aftoni: Forum Lucu-lucuan, Cuma Gertak Sambal

Hujan lebat hingga sangat lebat juga perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.

Memasuki periode 2-5 November, potensi hujan sedang diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua.

Secara keseluruhan, BMKG memprediksi 185 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 24,66 persen wilayah daratan Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November. Sebanyak 266 ZOM atau 17,31 persen lainnya diperkirakan menyusul pada Desember 2026. 

Puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027, dengan sebagian besar wilayah mengalaminya pada Januari dan Februari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.