BREAKING NEWS
 

Gelar Pelatihan Vokasi Dan Industri

Menperin Bidik Sejuta Tenaga Kerja Berkualitas

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : FAZRY
Jumat, 1 Maret 2019 08:01 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto : Istimewa)

 Sebelumnya 
Siapkan Insentif

Adsense

Ia mengatakan, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai insentif agar perusahaan tertarik mengembangkan pendidikan vokasi.

“Pemerintah menyiapkan superdeduction tax berupa pengurangan penghasilan bruto sebesar 200 persen dari biaya yang dikeluarkan perusahaan,” katanya. Ditargetkan, PP dan PMK sebagai peraturan pelaksanaan insentif tersebut dapat diterbitkan pada bulan Maret 2019.

Selain insentif fiscal, Kementerian Perindustrian juga menyediakan insentif non fiscal. “Pemerintah juga siapkan tenaga kerja kompeten melalui Diklat sistem 3 in 1 dan Program Diploma I Industri, bagi perusahaan yang terlibat dalam program pendidikan vokasi industri ini,” tutur Airlangga.

Baca juga : Puluhan Kilo Ganja Dari Aceh Disita Polres Jakarta Barat

Airlangga juga mendorong perusahaan-perusahaan industri untuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas sesuai dengan bidang pekerjaan yang bisa dilakukan. “Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pelatihan untuk pembekalan kompetensinya.”

Ia menjelaskan, sektor industri merupakan faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Tidak hanya sebagai penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Brutu (PDB), industri juga mampu memberikan kontribusi signifikan melalui setoran pajak,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini realitas di negara-negara dunia kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian rata-rata sekitar 17 persen.

“Kita patut berbangga, karena merujuk data World Bank Tahun 2017, lima negara yang industrinya mampu menyumbang di atas rata-rata, salah satunya adalah Indonesia, sebesar 20,5 persen,” tukasnya.

Baca juga : Jokdri Kembali Diperiksa Satgas Pada Kamis, 21 Februari

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, telah dilakukan beberapa hal sebagai tindak lanjut kerja sama antara SMK dengan industri.

“Pertama ada penyelarasan kurikulum dan modul pembelajaran sesuai kebutuhan industri sebanyak 34 kompetensi keahlian,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada juga bantuan peralatan praktik kepada 720 SMK dari 128 perusahaan industri. Sigit mengungkapkan, ada peningkatan kompetensi guru produktif melalui pelatihan teknis dalam dan luar negeri serta magang di industri sebanyak 1.941 guru selama tahun 2018.

“Targetnya tahun ini bisa sebanyak 2.000 orang,” tuturnya.

Baca juga : 2 Juta Diaspora Indonesia Mencari Caleg Berkualitas

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah yang dilakukan Menperin Airlangga. (ASI)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense