Sebelumnya
Tembus Rp 1.820 Triliun
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang hadir dalam acara itu, optimistis, nilai ekonomi digital tahun 2020 akan mencapai 130 miliar dolar AS atau setara Rp 1.820 triliun. Angka ini lebih tinggi dari Gross Domestic Product (GDP) negara ASEAN.
Baca juga : BI: Tangkap Peluang Investasi Industri
Besarnya kontribusi ekonomi digital karena masyarakat semakin sering menggunakan Go Food. Tahun lalu ada 95 juta ayam geprek yang dikirimkan. “Tahun lalu digital economy menurut perhitungan saya mencapai 70 miliar dolar AS. Google dan Temasek akan merevisi proyeksi digital economy. Proyeksinya saat ini undervalue,” jelas Rudiantara.
Menurut Menkominfo, saat ini regulator sudah shifted the rules. Kemenkominfo mulai jadi fasilitator dan akselerator. Pemerintah juga mengurangi waktu mendapatkan lisensi melalui Online Single Submission (OSS) atau perizinan tunggal online. “Kami juga terbuka untuk dengar pendapat para pelaku. Kami coba untuk jadi fasilitator. Project palapa ring to ensure semua region terkoneksi dengan broadband. Barat 2.275 km sudah 100 persen. Tengah 2.995 km 100 persen. Timur 6.678 km 94,27 persen,” paparnya.
Baca juga : Garuda Pede Bisnisnya Tak Akan Terganggu
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi mengatakan, tujuan pelaksanaan RIF adalah untuk mempromosikan peluang investasi Indonesia, khususnya bidang ekonomi digital dan pariwisata.
“Kami fokus membuka jalur komunikasi antara pemerintah daerah, calon investor, dan startup di bidang tersebut. Harapannya, investasi di bidang ekonomi digital dan pariwisata juga bisa naik signifikan,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.