Sebelumnya
Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, mayoritas petani di Indonesia berada di mata rantai paling bawah sehingga menerima pendapatan yang kurang optimal.
Hal tersebut disebabkan oleh kondisi geografis dan minimnya fasilitas infrastruktur di Tanah Air. Namun, semua kendala tersebut bisa teratasi dengan penggunaan teknologi.
Baca juga : Hari Ini Latihan Perdana, Timnas Indonesia U-19 Genjot Ketahanan Fisik
“Teknologi, khususnya digital, bisa menjadi solusi bagi para petani,” kata dia. Sementara
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, peran perbankan, sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan.
Baca juga : Dubes AS Sung Kim Serahkan 83 Ventilator Untuk RS Jawa Tengah
Terlebih lagi saat ini daya beli masyarakat, termasuk para petani menurun, padahal roda perekonomian harus dikembalikan ke putaran awal.
Karena itu, perbankan, termasuk BRI selalu menggandeng para petani pangan dan UMKM untuk memberikan edukasi dan pendampingan agar mereka bisa menjadi mitra lembaga keuangan yang setara.
Baca juga : Manfaat Bahan Alami Untuk Kehamilan dan Pasca Persalinan
“Kami sendiri (Bank BRI) memprioritaskan penyaluran kredit kepada (UMKM) di sektor pangan untuk mendongkrak kapasitas produksi pangan dalam negeri,” ujarnya.
Sunarso juga menambahkan, sektor pertanian Indonesia harus sudah berubah dari teknologi tradisional ke pertanian presisi dan selanjutnya harus berubah menjadi futuristic farming. “Strategi pertanian kita (Indonesia) harus visioner dan pangan harus dibicarakan untuk 40-50 ke depan,” kata dia
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.