Sebelumnya
“Karena disebabkan pemberian stimulus restrukturisasi kredit kepada para debitor yang terdampak oleh pandemi,” terang Novita dalam paparan kinerja BNI di 2020 yang digelar secara virtual, akhir pekan kemarin.
Angka ini berkontribusi pada pencapaian pertumbuhan laba sebelum provisi dan pajak (Pre-Provition Operating Profit/PPOP) sebesar Rp 27,8 triliun pada akhir 2020. Bekal PPOP tersebut, lanjut Novita, menambah ruang bagi BNI untuk memupuk pencadangan yang memadai dalam menghadapi tantangan perekonomian di masa mendatang. Serta memberikan kekuatan untuk meminimalisir volatilitas keuntungan perseroan.
“Kami bersyukur, BNI tetap mencatat laba bersih sebesar Rp 3,3 triliun. Disertai dengan rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio di level 182,4 persen, lebih besar dibandingkan 2019 yang sebesar 133,5 persen,” kata Novita.
Baca juga : Hadapi Tekanan, Kredit BNI Catat Pertumbuhan 5,3 Persen
Dia melanjutkan, di tengah masa pemulihan dari pandemi Covid-19 dan upaya menumbuhkan bisnis, BNI akan terus fokus pada penguatan fundamental perseroan. Dan hasilnya cukup memuaskan.
“Dengan progam transformasi yang dilakukan, kami yakin kinerja BNI 2021 jauh akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020,” ujarnya pede.
Sementara dari pendapatan bunga bersih masih dapat tumbuh berkat penyaluran kredit di tengah pandemi, sekaligus memastikan fungsi intermediasi perseroan tetap berjalan.
Baca juga : Bombana Kini Punya Gedung Perpustakaan Baru
Dia lalu merinci, dari total kredit BNI yang tersalurkan sebesar Rp 586,2 triliun untuk beberapa segmen. Di antaranya yakni korporasi meningkat 7,4 persen yoy menjadi Rp 309,7 triliun, segmen bisnis kecil masih sustain sebesar 12,3 persen yoy, menjadi Rp 84,8 triliun. Lalu, kredit konsumer naik 4,7 persen yoy menjadi Rp 89,9 triliun pada akhir tahun lalu.
Penyaluran kredit tersebut ditopang oleh akumulasi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 10,6 persen yoy, menjadi sebesar Rp 679,5 triliun. Strategi perseroan untuk terus fokus pada peningkatan dana murah tercermin dari rasio Current Account Saving Account (CASA) pada akhir Desember 2020, yang berada di level 68,4 persen atau meningkat 160 bps (basis poin).
“BNI akan melangkah dengan lebih optimistis, seiring transformasi yang secara resmi dimulai pada 27 Januari 2021,” yakin Novita. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.