Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadapi Tekanan, Kredit BNI Catat Pertumbuhan 5,3 Persen
Jumat, 29 Januari 2021 19:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meski mengalami sejumlah tekanan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatat kredit sebesar Rp 586,2 triliun atau tumbuh 5,3 persen sepanjang 2020.
BNI juga melakukan upaya-upaya untuk mengoptimalkan komposisi aset dan liabilities, sehingga pengelolaan dana perseroan dapat lebih efektif. Perseroan mampu menjaga NIM di level 4,5 persen melalui strategi manajemen biaya dana yang efektif.
Baca juga : Ucapkan Selamat Ke Biden, Jokowi Ajak Perkuat Hubungan Kemitraan
BNI mencatatkan biaya dana (cost of fund) yang terus mengalami perbaikan di setiap kuartalnya, terutama pada kuartal IV-2020 yang berada pada level 2 persen atau membaik 60 basis poin dari kuartal sebelumnya, sehingga cost of fund pada akhir 2020 turun menjadi 2,6 persen dari 3,2 persen di 2019.
Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini menuturkan, di tengah kondisi perkonomian yang menantang, Perseroan dapat merealisasikan pendapatan non bunga atau fee based income sebesar Rp 11,9 triliun atau tumbuh 4,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2019, serta dapat melakukan efisiensi biaya operasional yang hanya tumbuh 2,2 persen yoy.
Baca juga : Kapasitas RS Di Ibukota Cuma Tersisa 13 Persen
"Kedua hal ini menjadi sasaran utama perusahaan selama masa pandemi untuk meredam tekanan pendapatan bunga kami turun 4 persen yoy. Sebab pemberian stimulus restrukturisasi kredit kepada para debitor yang terdampak oleh pandemi," imbuhnya dalam paparan kinerja BNI di 2020 yang digelar secara virtual, Jumat (29/1) sore.
Angka ini berkontribusi pada pencapaian pertumbuhan laba sebelum provisi dan pajak (PPOP) sebesar Rp 27,8 triliun pada akhir 2020.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya