BREAKING NEWS
 

BI Catat Ekonomi Domestik Membaik Secara Bertahap

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 26 Februari 2021 20:35 WIB
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memastikan, pemulihan ekonomi global mulai terlihat dan diperkirakan berlanjut. Pun begitu dengan perekonomian domestik yang menunjukkan perbaikan secara bertahap. 

Menyikapi perkembangan tersebut dan hasil asesmen keseluruhan, BI dalam dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17-18 Februari 2021 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (repo rate) sebesar 25 bps menjadi 3,5 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen. 

Adsense

Baca juga : Tingkatkan Ekonomi, KLHK Latih Masyarakat Kembangkan HHBK

"Ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, serta sebagai langkah lanjutan untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional," sebut Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (26/2).
 
Selain itu, BI juga menempuh langkah-langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi. 

Dalam intisari Laporan Kebijakan Moneter (LKM) Triwulan IV 2020 yang terbit Kamis (25/2) dikatakan, implementasi vaksinasi dan sinergi kebijakan nasional diprakirakan akan mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional ke depan. 

Baca juga : Pemulihan Ekonomi Dampak Covid Harus Dimulai Dari UMKM Di Daerah

Karena itu, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,3-5,3 persen pada 2021. Dengan inflasi yang diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran 3 plus minus 1 persen. Sementara itu, defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah, yaitu sekitar 1-2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia. Di sisi lain, pertumbuhan kredit/pembiayaan diprakirakan sebesar 5-7 persen.

LKM menyediakan data, analisis, dan proyeksi ekonomi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat luas mengenai berbagai pertimbangan yang melandasi keputusan kebijakan moneter yang ditempuh BI. LKM tersebut dipublikasikan secara triwulanan oleh BI setelah RDG. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense