Sebelumnya
Dia melanjutkan, sebenarnya pemerintah telah berupaya untuk memenuhi lonjakan daging menjelang puasa dan Lebaran. Kementerian Pertanian (Kementan) telah membuka lowongan untuk masuknya sapi bakalan dari beberapa negara lainnya, seperti Mexico, Brazil, Colombia, Argentina, sebagai alternatif harga yang lebih murah dari Australia.
Selain negara itu, Harry menuturkan, pemerintah sebenarnya bisa mendatangkan daging beku dari Argentina dan Colombia. Namun, hal itu memerlukan proses audit secara langsung terkait kesehatan hewan dan faktor kehalalannya. Sementara saat pandemi, melakukan kunjungan ke beberapa negara masih dibatasi.
Baca juga : BULOG: Aman, Stok Beras Kini Tembus 1 Juta Ton
“Begitu juga dengan Filipina, sudah dijajaki. Tapi, mereka saja masih impor untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Kalau pun bisa kirim ke Indonesia, jumlahnya sedikit,” katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Humas Perum Bulog Tomi Wijaya membenarkan, bahwa pihaknya juga mendapat penugasan untuk mendatangkan daging kerbau dari India.
Baca juga : Dafam Hotel Berikan Tarif Menginap Bagi Nakes Cuma 10 Ribu Semalam
“Kami telah melakukan kontrak pengadaan daging kerbau asal India untuk periode kedatangan Maret-Juni 2021 sebanyak 22.176 ton,” jelasnya singkat kepada Rakyat Merdeka.
Terpisah, Ketua Bidang Kemaritiman, Pertanian, Kehutanan & Lingkungan Hidup Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPPHIPMI) Robert Muda Hartawan berharap, Bulog dapat mempercepat proses importasi. Dan segera melibatkan para mitra distributor untuk merencanakan distribusi daging kerbau ke masyarakat sampai Lebaran nanti.
Baca juga : DPR Saranin Duit Impor Buat Beli Gabah Petani
“Hal ini penting untuk mengantisipasi kenaikan harga berlebihan. Serta pikiran negatif terhadap Bulog dan mencegah praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat,” tegasnya, melalui siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka, kemarin. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.