BREAKING NEWS
 

Produksi Dalam Negeri Masih Sedikit

BUMN Impor Daging Beku 100 Ribu Ton

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Sabtu, 3 April 2021 05:55 WIB
Ilustrasi Impor Daging. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
Dia melanjutkan, sebenarnya pemerintah telah berupaya un­tuk memenuhi lonjakan daging menjelang puasa dan Lebaran. Kementerian Pertanian (Kemen­tan) telah membuka lowongan untuk masuknya sapi bakalan dari beberapa negara lainnya, seperti Mexico, Brazil, Colom­bia, Argentina, sebagai alternatif harga yang lebih murah dari Australia.

Selain negara itu, Harry menu­turkan, pemerintah sebenarnya bisa mendatangkan daging beku dari Argentina dan Colombia. Namun, hal itu memerlukan proses audit secara langsung terkait kesehatan hewan dan faktor kehalalannya. Semen­tara saat pandemi, melakukan kunjungan ke beberapa negara masih dibatasi.

Baca juga : BULOG: Aman, Stok Beras Kini Tembus 1 Juta Ton

“Begitu juga dengan Filipina, sudah dijajaki. Tapi, mereka saja masih impor untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Kalau pun bisa kirim ke Indonesia, jumlah­nya sedikit,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Humas Perum Bulog Tomi Wijaya membenarkan, bahwa pihaknya juga mendapat penugasan untuk mendatangkan daging kerbau dari India.

Baca juga : Dafam Hotel Berikan Tarif Menginap Bagi Nakes Cuma 10 Ribu Semalam

“Kami telah melakukan kon­trak pengadaan daging kerbau asal India untuk periode keda­tangan Maret-Juni 2021 sebanyak 22.176 ton,” jelasnya sing­kat kepada Rakyat Merdeka.

Terpisah, Ketua Bidang Ke­maritiman, Pertanian, Kehutanan & Lingkungan Hidup Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusa­ha Muda Indonesia (BPPHIPMI) Robert Muda Hartawan berharap, Bulog dapat mempercepat proses importasi. Dan segera melibat­kan para mitra distributor untuk merencanakan distribusi daging kerbau ke masyarakat sampai Lebaran nanti.

Baca juga : DPR Saranin Duit Impor Buat Beli Gabah Petani

“Hal ini penting untuk mengantisipasi kenaikan harga ber­lebihan. Serta pikiran negatif terhadap Bulog dan mencegah praktik monopoli atau per­saingan usaha tidak sehat,” tegasnya, melalui siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka, kemarin. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense