Dark/Light Mode

Pedagang Mogok, Pasokan Seret

BUMD Siap Gelontorkan 780 Ton Daging Sapi Beku

Jumat, 22 Januari 2021 06:50 WIB
Polisi berjalan di los daging yang sepi akibat aksi mogok pedagang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Para pedagang daging sapi di sejumlah pasar di kawasan Jabodetabek menggelar aksi mogok jualan sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas tingginya harga daging sapi. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Polisi berjalan di los daging yang sepi akibat aksi mogok pedagang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Para pedagang daging sapi di sejumlah pasar di kawasan Jabodetabek menggelar aksi mogok jualan sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas tingginya harga daging sapi. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan Operasi Pasar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga daging sapi. Dalam kegiatan ini, PD Dharma Jaya siap menggelontorkan 780 ton daging beku.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengungkapkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menghitung ketersediaan dan kebutuhan pangan masyarakat, termasuk daging sapi.

“Ada 780 ton daging sapi beku disimpan di gudang PD Dharma Jaya. Dan, itu bisa untuk memenuhi pasokan. Apalagi, daging beku, merupakan produk yang banyak dipilih masyarakat,” ujar Suharini, di Jakarta, kemarin.

Baca Juga : Pasca Gempa M7.0, Dua Kecamatan Di Kepulauan Talaud Laporkan Kerusakan Infrastruktur

Direktur Utama PD Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menyatakan, siap mendukung Operasi Pasar yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

“Kami memiliki stok daging sapi beku untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging di masyarakat,” kata Raditya dalam akun Instagram @dharmajaya66, Rabu, (20/1).

Tak hanya Dharma Jaya, lanjut Raditya, ada pihak lain yang akan ikut mendukung kegiatan Operasi Pasar seperti Bulog DKI Jakarta, Pasar Jaya, dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan Dan Pertanian DKI Jakarta.

Baca Juga : Persentase Preshold Disunat Aja Dah

“Nanti untuk mekanisme Operasi Pasar, kami menunggu arahan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan Dan Pertanian DKI Jakarta. Intinya kami siap,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pedagang daging sapi mogok berdagang selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Januari 2021. Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta, Tb Mufti Bangkit mengatakan, pihaknya mogok jualan lantaran harga daging sapi di rumah pemotongan hewan terus meningkat. Saat ini harga daging sapi yang belum dipisah antara tulang dan kulitnya sebesar Rp 95.000 per kilogram (kg). Harga itu terlalu tinggi.

“Jika ditambah cost produksi, ekspedisi, totalnya sudah mencapai Rp 120.000 per kg. Sedangkan, harga eceran tertinggi ditetapkan pemerintah Rp 120.000. Itu belum termasuk cost untuk karyawan, dan lain-lain,” kata Mufti.

Baca Juga : Yang Positif Covid Jangan Ngumpet, Segera Melapor

Akibat kenaikan harga, lanjut Mufti, pedagang daging merugi. Makanya, APDI memutuskan untuk melakukan mogok jualan.
 Selanjutnya