BREAKING NEWS
 

Petani Sampai Distributor Bersyukur Pupuk Melimpah

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 7 April 2021 00:07 WIB
Pupuk urea buatan Pupuk Indonesia. (Foto: ist)

 Sebelumnya 
Selain ketemu petani, Rakyat Merdeka juga mendatangi salah satu distributor pupuk subsidi, PT Mitra Desa Bersama Tempuran. Perusahaan ini yang menyalurkan pupuk termasuk yang bersubsidi ke kios-kios di Kecamatan Rawamerta.

Sama seperti Yassa, Direktur Mitra Desa Bersama Tempuran, Ridwan mengakui, di awal-awal sistem e-RDKK diterapkan, banyak petani yang kebingungan. Makanya, pihaknya sebagai distributor  ikut mengajarkan serta mengarahkan.

"Awalnya, mekanisme e-RDKK dianggap sulit oleh petani untuk mendapatkan pupuk subsidi," kata Ridwan. 

Karena kesulitan mengikuti sistem itu, terang Ridwan, kadang ada petani yang menyebut pupuk subsidi susah didapat hingga muncul isu kelangkaan. 

"Padahal, stok di kios-kios masih tersedia, tapi diambilnya harus sesuai data yang tercatat. Ada petani teriak langka, mungkin karena sana-sini minta pupuk subsidi nggak dapat, karena belum terdata," terangnya.

Baca juga : LDR Dengan Suami, Istri Sewa Jasa Tukang Peluk

Dia menegaskan, tidak semua kios bisa mendapat pasokan pupuk bersubsidi. Sesuai aturan yang berlaku, kios yang ingin mendapatkan pupuk subsidi harus memiliki bangunan fisik yang memadai dan modal untuk stok pupuk.

"Sekarang sudah ada 24 mitra kios kami," ujar Ridwan.

Ridwan juga memastikan, stok pupuk melimpah. Baik yang subsidi, maupun non subsidi. Di Kecamatan Rawamerta misalnya, kuota pupuk subsidi Urea yang dialokasikan sekitar 1.990 ton untuk dua musim tanam. Pupuk NPK 780 ton dan organik 85 ton.

"Di sini tercukupi, tidak ada kendalanya. 300 ton pupuk Urea untuk musim panen kedua sudah siap dan 10 ton Npk juga siap," terangnya.

Dia mengakui, kios di wilayahnya banyak yang belum modern. Akses internet dan fasilitas digital juga masih terbatas. Ditambah lagi, petani setempat budayanya masih bayar cash.

Baca juga : Pencabutan FABA Dari Daftar B3 Bakal Persempit Ruang Gerak Mafia Limbah

"Untuk beli pupuk itu bisa pakai kartu atau untuk membayar pakai mesin EDC (Electronic Data Capture), tapi petani banyak yang nggak bisa, akhirnya pakai KTP. Kalau tidak terdata, kami arahkan ke kelompoknya," tutur Ridwan.

Pemilik kios Dua Saudara di Desa Tanjung Mekar Karawang Barat, Sumito mengatakan, pupuk subsidi yang diberikan sesuai dengan kuota yang sudah tersedia di wilayahnya, yaitu di Desa Tanjung Mekar, Desa Tanjung Pura sebagian dan sebagian lagi desa Tunggak Jati.

"Total ada 11 kelompok tani yang mengambil dari kios kami," kata Sumito.

Sumito mengaku tidak berani memberikan pupuk subsidi sembarangan. Dia hanya menyalurkan sesuai data anggota kelompok tani yang terdaftar. Artinya, kalau ujug-ujug ada kelompok tani atau petani yang tidak terdaftar mau beli pupuk, maka tidak akan diberikan.

"Kami dari kios menyalurkan pupuk subsidi sesuai e-RDKK saja. Saya nggak berani di luar itu," tegasnya.

Baca juga : Peternakan Tawarin Jasa Peluk Domba

Di kios Dua Saudara, prosedur pengambilan pupuk subsidi cukup membawa KTP bagi kelompok atau petani yang sudah terdaftar. Sampai saat ini, masih ada beberapa petani yang belum tahu prosedur cara pengambilan pupuk bersubsidi.

"Kami menyiapkan pupuk non subsidi juga," katanya. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense