Sebelumnya
“Tingkat kepatuhan nasabah restrukturisasi yang terdampak Covid-19 sangat tinggi. Hal tersebut tercermin dari penurunan jumlah nasabah yang mengajukan restrukturisasi,” imbuhnya kepada Rakyat Merdeka.
Hingga akhir Maret 2021 tercatat sebanyak 2,65 juta nasabah mendapatkan restrukturisasi dari BRI. Angka ini menurun 170 ribu nasabah, jika dibandingkan dengan posisi awal Januari 2021, yakni sebanyak 2,82 juta nasabah.
Baca juga : OJK Jamin Kesehatan Bank Tetap Baik
“Kami bersyukur, restrukturisasi ini tidak mengganggu kinerja keseluruhan BRI. Pasalnya, hingga awal April 2021 kami juga telah menyalurkan kredit dengan penjaminan sebesar Rp 14,59 triliun kepada 23 ribu nasabah,” jelasnya.
Senada, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, David Pirzada melihat, pemulihan ekonomi nasional sudah berjalan on the track.
Baca juga : Investasi Pertanian Dorong Tercapainya Ketahanan Pangan
Hal ini bisa dilihat dari restrukturisasi kredit awal tahun ini sudah turun ke Rp 84,27 triliun. Lebih kecil dibandingkan restrukturisasi kredit akhir tahun lalu, yang tercatat Rp 102,38 triliun.
“Kondisi ekonomi sudah mulai membaik. Ini masih sesuai proyeksi kami. Kinerja ekonomi sampai akhir tahun cenderung lebih baik,” ucap David.
Baca juga : Restrukturisasi Kredit OJK Bantu Pelaku Usaha Reopening Kegiatan Ekonomi
Pihaknya juga memprediksi penurunan restrukturisasi akan berlanjut, seiring dengan peningkatan kredit perbankan BNI yang ditargetkan di angka 6-9 persen tahun ini, dengan potensi rasio kredit macet di bawah 4 persen. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.